
Silaturahim sangat dianjurkan antar sesama manusia. Tidak perlu diulang lagi betapa besarnya manfaat silaturahim, karena selain mendapat doa umur panjang juga memudahkan datang rezeki terlalu banyak faedah bertatap muka.Oleh karena itu mari bersama kita jadikan ajang silaturahim atau kopdar sebagai bentuk cara men charge jiwa. Ada baiknya ketika bersilaturahim dibawakan pula oleh oleh ketika bertandang. Demikian pula tuan rumah upayakan menyiapkan hadiah bagi para tamu nan datang.
Buah tangan dalam kamus bahasa Indonesia mempunyai dua makna. Makna pertama sebagai hasil karya atau hasil kerajinan tangan. Makna kedua di artikan sebagai barang bawaan atau boleh juga di gunakan istilah populer : oleh oleh. Sejatinya buah tangan adalah satu kepedulian dan perhatian penuh kasih sayang antara sesama anak manusia. Ibu ibu gemar membawa buah tangan berupa makanan yang dibuat sendiri sedangkan Bapak bapak cendrung praktis membeli buah tangan baik berupa buah buahan atau makanan lainnya. Muda mudi tentu Bunga Segar yang mereka hadiahkan kepada sang kekasih.
Oleh oleh tidak pula harus berbanding lurus dengan harga hadiah tersebut. Bukan soal harga bagi sipenerima tetapi nilai mulia pemberian itulah yang melebihi segalanya. Sesungguhnya buah tangan meliputi tanda rasa kasih sayang, wujud penuh perhatian bahwa masih diingat dan mengingat oleh kerabat. Sebenarnya bersalam salaman ketika silaturahim sudah cukup tanpa membawa buah tangan. Namun rasanya ada yang kurang apabila hanya datang bertandang hanya melenggang. Sejatinya buah tangan adalah tradisi nenek moyang kita, jadi kenapa tidak terus kita abadikan dalam pergaulan sehari hari.
Ahad 10 Desember 2017 awak bertandang ke kediaman kompasianer Mukti Ali. Sobat dunia maya sejak beberapa tahun lalu namun baru kesampaian bertemu tatap muka dalam dunia nyata. Sebenarnya kami berjanji akan berjumpa di Reuni Akber Alumni 212, namun apa boleh buat bersebab demikian banyaknya umat Islam berhimpun di kawasan Monas maka niat itu tak kesampaian.
Sobat Mukti Ali menjemput awak di Toko Khusus menjual kaos olahraga Jersey milik Ananda Rendithya Ramdan Fikri. Kebetulan toko tidak terlalu jauh dengan kediaman Beliau. Awak dijamu oleh keluarga kecil yang terdiri dari Nyonya Rumah dan Putri nan cantik berusia hampir 2 tahun. Sobat Mukti bertemu jodoh di Dubai dan melaksanakan akad nikah di kota yang sangat megah ramai dan tujuan wisata karena memiliki gedung menjulang tertinggu di muka bumi. Kini keluarga bertekad kumpul bersama membesar kan anak dan mencari nafkah di dalam negeri.
Sepeti biasa ketika bertandang kepada sobat baik dalam kota maupun di luar kota awak selalu menghadiahkan Buku. Inilah buah tangan yang sangat berharga dari sisi hadiah walaupun harga buku itu tidak seberapa. Buku ke- 13 bertajuk JALAN JALAN di hadiahkan ke sobat Mukti Ali dan keluarga yang bermukim di kawasan Kampung Tengah Jakarta Timur.

Sobat yang lama tinggal di Dubai membalas buah tangan itu dengan satu oleh oleh khas negeri padang pasir berupa Pajangan kaca yang berisi miniatur gedung gedung tinggi dan mewah kota Dubai. Alhamdulillah semoga pertukaran hadiah ini menjadikan persahabatan semakin erat baik di dunia maya maupun didunia nyata. Bang Isjet Admin Kompasiana pernah pula bertamu ke rumah Mukti Ali beberapa bulan lalu.
Ketika berita silaturahim itu di share di Facebook berbonus foto sobat Mukti Ali memegang buku Jalan Jalan maka Dr Irsyal Rusad (sahabat pena) memberikan koment. Lucu juga komentar Dokter yang rajin update status di media sosial ingin pula mendapatkan hadiah buku. Alhamdulillah dan Insha Allah buku akan langsung di antara kerumah di bilanagan Duren Sawit pekan depan. Sahabat Mukti Ali pun mendapat undangan silaturahim tentunya kami akan membawa buah tangan.
Point yang ingin awak sampaikan disini adalah bahwa buah tangan sebenarnya bukan merupakan keharusan. Namun bersebab ada nilai tambah dari buah tangan tersebut maka ada baiknya disiapkan juga tanpa mempertimbangan harga. Buah tangan itu akan menjadi kenangan abadi sebagai saksi tak terbantahkan. Sebagai profesi penulis tidak salah apabila wujud dari buah tangan itu sebuah Buku. Oleh karena itu sobat kompasianer segeralah himpun tulisan yang sudah begitu banyak di kompasiana. Rapikan kemudian kirim ke Penerbit. Ada satu kebanggaan tak terhingga ketika nama anda tertulis di cover buku. Percayalah.
Salam Literasi
YPTD








