SENJA JANGAN MENYURAM
Oleh: Tini SumartiniBadan tegap telah melemah
Langkah terbatas rasa lelah
Berpikir keras pun menyerah.Penglihatan yang dulu tajam
Kini sudah kabur menyuram
Seiring senja semakin temaram
Semua itu kusadari dalam diam.Ke mana hati sekuat baja dulu?
Yang bisa tegar walau disayat sembilu
Mampu membawaku membenam sendu pilu
Mengapa kini seakan semua sudah pudar berlalu
Tubuh ini tak seirama semangat yang masih bertalu.Kini masa cantik ceria tinggal kenangan
Masa itu menyulam hari penuh keindahan
Derap langkah kaki lincah wujudkan impian
Mereguk manis, pahit, dan tawarnya kehidupan
Kenyataan usia senja merangkak menuju ketakberdayaan.
Kini ada sesal atas apa yang telah kulewatkan.Sungguh, bukan kehilangan kemudaan yang kusesali
Namun, telah kulewatkan kesempatan baik berulang kali
Seolah waktunya pasti akan datang kembali
Sering merajuk, ungkapkan emosi tak terkendali
Pun menyepelekan nasihat nan acap kali.Sejatinya saat senja aura semakin indah
Seindah semburat jingga nan megah
Membawa damai hati yang gundah
Menanti saat untuk bersembah.Menerima takdir adalah kunci
Berserah kapada Yang Mahasuci
Memohon ampun agar tak dibenci.Cipanas, 7 September 2021










