KONTEMPLASI
Oleh: Tini Sumartini
Dalam perenungan jejak diri
Apa yang kucari tuk wujudkan jatidiri?
Sudahkah kurangkai makna bak alegori?
Mengapa kini kehampaan menerpa?
Setelah jejak berbilang masa kutempa
Rasa pahit manis, gelap terang, kujumpa
Memberi rona kehidupan sedemikian rupa.
Semua kisah perjalanan hidupku terakumulasi
Terpampang jelas dalam layar kontemplasi
Segala bahagia kurasa, pun sedih yang kutangisi
Demi peran duniawi yang terdorong ambisi
Terkadang kulakoni melupakan afeksi.
Kini, hatiku tenggelam dalam penyesalan
Empat dasa warsa seakan kusia-siakan
Menjalani hidup seakan lupa tujuan
Urusan dunia begitu mengasyikan
Jalankan ibadah hanya permukaan
Sekadar menjalankan kewajiban.
Rasanya ingin kuberlari jauh
Walau harus kucurahkan semua peluh
Di manakah kubisa sucikan hati yang keruh?
Ingin kuhujam hatiku dengan keimanan yang teguh
Agar kudapatkan pengampunan-Nya yang teduh.
YaTuhan, Yang Maha Pemurah
Sinarilah hatiku dengan hidayah
Walaupun dengan susah payah
Tekadku bulat ingin berhijrah.
Jangan Kau biarkan diriku kusut berlarut
Obati luka hati dengan iman membalut
Beri kesempatan sebelum maut menjemput.
Cipanas, 29 September 2021










Semoga waktu yang tersisa bisa dgunakan dengan hal terbaik untuk mencari RidhoNya. Makasih Ambu… Puisi telelet penuh makna untuk mengingatkan diri agar bisa lebih baik lagi memanfaatkan waktu.
Terimakasih Bu Atik, atas kunjungannya..
Terima kasih Ambu. Kadang kita seperti terlepas dari tujuan awal. Semoga segera kembali di garis-Nya dengan kasih sayang-Nya.
Aamiin ya Allah… terima kasih sudah berkunjung..