
dokumentasi pribadi
Saat Berkunjung ke Kairo
Terbayang kembali ketika kami menjadi orang penting di Mesir,dalam masa gunjang ganjing turunnya Presiden Husni Mubarak.
Sebagai orang yang tidak suka akan hal hal yang berbau politik,maka dalam rencana traveling kami ke beberapa negara, kondisi politik dan keamaan di daerah tujuan wisata,selalu kami abaikan..
Pertimbangan kami terfokus pada:
menarik tidaknya negeri yang akan kami kunjungi
yang akan kami keluarkan selama berlibur dinegeri orang.
Kunjungan kami kali ini ke Mesir,adalah untuk kedua kalinya. Karena pada waktu kunjungan pertama,kami cuma satu minggu,maka ada banyak tempat yang belum kami kunjungi. Kesempatan kali ini akan kami manfaatkan.untuk melayari Sungai Nil,yang merupakan Sungai terpanjang di Afrika dan mungkin juga di dunia. Sungai Nil ini membelah daratan ini ,sejak dari Negeri Sejuta Misteri ini,sejauh lebih dari 6000 Kilometer,hingga ke jantung Afrika.

Kami menumpang pesawat Emiratte ,yang sepanjang pengetahuan saya adalah yang terbaik dari diantara seluruh maskapai penerbangan, baik dari segi kenyamanan tempat duduk dipesawat,pelayanannya,serta kualitas makanan yang disediakan.
Bahkan pada waktu itu,ketika stop over di Dubai dan pesawat baru akan berangkat 5 jam kedepannya,maka kami boleh masuk ke excecutive lounge,dimana disediakan aneka makanan secara buffet. Artinya : all you can eat!
Tiba waktu keberangkatan, kami naik ke pesawat,yang menerbangkan kami ke Kairo,ibu kota Mesir. Sewaktu saya melirik disekeliling tempat duduk di pesawat, terasa ada sesuatu yang agak janggal,karena penumpang hampir semuanya orang yang akan kembali ke negeri mereka di Mesir. Sedangkan turis seperti kami,bisa dihitung dengan jari tangan saja.
Tapi ,saya tidak mau merusakkan ketenangan untuk menikmati perjalanan kami yang cukup jauh. Maka saya tidak lagi memikirkan hal tersebut. Mungkin karena kelelahan atau saking empuknya kursi di pesawat,menyebabkan dalam waktu singkat kami sudah terlelap pulas.Kami di bangunkan oleh pramugari,karena sudah saatnya makan malam….. Kami menikmati makan malam dengan nyaman,karena menu yang disediakan bisa disesuaikan dengan selera kami ,sebagai orang Indonesia.
Selesai makan malam dan menikmati film film komedi yang disediakan disetiap kursi,akhirnya kembali kami jatuh pulas…Ketika pesawat bersiap untuk landing,kami dibangunkan ,agar sandaran kursi ditegakkan kembali..
Dengan penuh rasa syukur, kami selamat mendarat di Bandara Internasional Kairo..Turun dari tangga pesawat,kami langsung menuju ke kaunter imigrasi. Semuanya berjalan lancar.tidak satu pertanyaanpun diajukan pada kami dan tidak satupun koper kami yang diperiksa. Aman….
Welcome to Kairo
Kami disambut oleh seorang pria muda,berbadan tegap dan ternyata adalah guide yang sama ketika pertama kalinya kami menginjakkan kaki di negeri penuh misteri ini. Muhammed langsung setengah berlari menyalami istri saya dengan sopan dan kemudian memeluk saya..
“ Nah,saya pernah katakan pada anda Mr. Effendi. Siapa saja yang sudah minum air Sungai Nil,pasti akan kembali lagi. Dan hari ini anda telah membuktikannya …” kata Muhammed dengan ceria… Saya dan istri hanya merespons dengan tersenyum lebar..Senang ..ditemani guide yang tahu menghibur tamunya.
Berhubung hari sudah malam,kami langsung diantarkan langsung ke Hotel Ramses . Juga hotel yang sama ketika kunjungan kami yang pertama. Lagi lagi hal ini menambah senangnya hati kami.Karena lewat jendela kamar,kami bisa menyaksikan Piramida yang mempersona.

Di Minibus yang membawa kami kehotel, disamping Mohammed. ada dua orang bersenjata.Satu duduk disamping sopir dan satu lagi duduk dibelakang kami. Mereka hanya mengangguk,namun tidak berbicara sepatah katapun. Sesaat muncul tanya tanya dalam hati saya:” Siapa kedua orang bersenjata ini?” Namun ,cepat cepat saya tepis pikiran itu dan mengalihkan pikiran saya :”Ah,mungkin mereka hanya numpang ,karena mobil kosong.”
Begitu sampai di Hotel,kami diantarkan oleh Mohammed ke bagian penerimaan tamu. Dan setelah urusan check ini tuntas. Muhammed pamitan dan berpesan:” Mr and Mrs.Effendi, morrow I’ll pick up both of you at 9.00 o’clock in the morning.”. “Okay,Muhammed.bye and see you to morrow ,”Jawab saya.
Kegundahan itu Sirna Sesaat
Seperti yang sudah saya duga,ketika jendela kamar kami buka,suatu surprise yang luar biasa,karena dari jendela kamar.sangat jelas sekali terlihat Piramida ,yang berkilauan keemasan,karena diterpa cahaya lampu.Menyaksikan hal ini,dalam sekejab seluruh rasa letih dan kantuk dan kegundahan hati kami hilang seketika. Luar biasa,bagaikan mimpi.sambil berbaring santai kami dapat menyaksikan salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Hal ini melambungkan rasa syukur kami kehadirat Sang Pencipta……Hingga larut malam,kami bagaikan terpukau dan tidak bosan bosanya memandangi pesona dari piramida ini……. Hingga tanpa sadar,kami kembali terlelap dalam pelukan malam..
Morning Call
Jam 7.00 pagi bel berdering dan suara ceria seorang wanita diujung intercom ,mengucapkan Good Morning Mr.Effendi. Morning call….” Saya ucapkan terima kasih dan kami lalu mandi dan bersiap siap untuk sarapan …….
Jam 8.50 ,Muhammed muncul di Lobby Hotel dan langsung membawa kami ke Bus wisata yang sudah menunggu. Kami mengucapkan selamat pagi pada penumpang yang sudah naik terlebih dulu. Ada sesuatu yang asing rasanya ,karena pada kunjungan pertama,kami dijemput bus wisata yang dipenuhi oleh wisatawan. Tapi kali ini,sepintas saya melirik.hanya belasan orang saja…
Jam 9.00 tepat Bus mulai bergerak.Dan Muhammed, kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan beberapa hal penting,yang harus dipatuhi oleh tamu:
Pertama tidak diijinkan memakai earphone
di lokasi wisata,semua harus berada dalam satu grup,
tidak boleh ada yang keluar dari rombongan.
Bahkan kalau ke toilet juga harus ditemani. …
Ketika mengucapkan hal ini,wajah Muhammed sama sekali tidak tampak bergurau.
”Nah,kata Mohammed,agar anda tidak menjadi bingung,terutama tamu kita yang datang dari luar negeri,perlu secara jujur saya sampaikan bahwa keamanan anda semuanya menjadi prioritas kami. Karena dalam beberapa tahun belakangan ,Mesir menjadi sasaran teroris ,yang sempat melumpuhkan perekonomian Mesir. Belum lagi goncangan,akibat masalah internal dalam negeri. Antara lain disebutkan Mohammed,tentang penyerangan tempat tempat wisata oleh teroris.:
Tahun 1994 teroris menyerang empat lokasi wisata
Termasuk kapal pesiar yang berlayar di Sungai Nil.
Masih dalam tahun yang sama,sebuah bus wisatawan ditembaki .
Penculikan yang bisa terjadi ,any time and any where.
Mohammed tidak menyebutkan berapa orang meninggal atau terluka,mungkin agar kami tidak shock. Tetapi penjelasan awal ini saja,sudah membuat kami tegang…Ini adalah resiko kami,karena telah menyepelekan pertimbangan kondisi Mesir,sebelum memutuskan untuk berangkat ke sini..Tapi apa mau dikata….toh kami tidak mungkin balik kanan dan pulang…
Muhammed masih melanjutkan:
April 1996 kelompok teroris kembali , menyerbu hotel di kawasan Piramid .dan menewaskan 18 wisatawan dan melukai 17 orang. Tahun 1997 mereka menyerang Museum Cairo, menewaskan sembilan wisatawan Jerman dan melukai 18 orang ,melemparkan bom didepang Hotel Ramses ,dimana kami menginap.dan seterusnya dan seterusnya….jujur,rasanya mau saya katakan pada si Mohammed supaya berhenti bercerita tentang teroris….kami kami sudah membayar mahal untuk melihat negerinya. Tetapi agar tidak menimbulkan kesan tidak nyaman,akhirnya kami berdua berdiam diri dan siaga .
Pengalaman berharga bagi kami berdua,agar kedepan kalau mau travelling,penting menanyakan situasi di negara yang dituju.Agar jangan lagi terulang kejadian seperti di Mesir
Tjiptadinata Effendi









