Klise sebenarnya, disaat seseorang mencintaimu, ia tak harus mengatakannya. Kau akan tahu dari cara ia memperlakukanmu. Namaku Cahaya Permata Bunda, sebenarnya aku tidak suka dengan nama pemberian orang tuaku yang Selengkapnya
Cerpen
Rindu Kakak
Rindu Kakak Tung Widut Lima bulan sudah kak Jontor kerasan di kos tempat kuliah. Sebenarnya ya dipaksa kerasan. Corona yang membatasi hilir mudik bepergian. Hingga kak Jontor bertahan sampai ramadhan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part akhir)
“Kamu lagi ngapain Din, mana bibik? “Bibik pulang Yah.” “Kok pulang, pekerjaannya kenapa kamu yang melakukannya?” “Ayah kenapa udah pulang? Aku bertanya lagi kepada Ayah “Mobil Ayah mogok, jadi Ayah Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 4)
“Alhamdulillah, usaha kita baik – baik saja sekarang Ayah sudah punya orang kepercayaan sehingga Ayah tidak perlu sering – sering melihatnya. Ayah hanya fokus dengan usaha kita disini saja.” ucapan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 3)
“Masak sih, sini ibu coba.” Ibu masih berusaha mencari alasan, padahal selama ini Aku yang membuatkan kopi susu untuk Ayah tetapi selalu Ibu yang mendapatkan pujian. “Mungkin karena Ibu kangen Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 2)
Pukul sudah menunjukkan angka 2.30 sore aku baru menyuci dan mengepel rumah, aku masih harus memasak untuk makan sore. Melangkah lemah menuju dapur mengambil nasi bungkus yang ku simpan. Membukanya Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part1)
Terkukung di antara diding empat segi, mungkin hanya beberapa orang yang merasakannya. Aku ada di dalamnya, duniaku sempit dan sangat menyiksa. Aku mendengar suara dan melihat cahaya di celah – Selengkapnya
Merpati Tua tidak Sepasang
Berjalan menyusuri jalan menuju tempat pemberhentian bus yang tidak jauh dari rumah. Sudah hampir beberapa pekan ini aku terpaksa berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. Suamiku yang dulu berjanji akan Selengkapnya
Hati, Mendua Miliknya.(Part2)
Senyum culasmu, dengan pongah berkata “Anak Ayah, baru juga sebentar tidak ketemu sudah segunung rindunya.” Aku hanya tersenyum kecut, pandainya kau bersandiwara, seakan kau Ayah yang paling ada untuk buah Selengkapnya
Hati, Mendua Miliknya. (part 1)
Perlahan tapi pasti, semuanya mulai berubah. Akhirnya aku tidak tahan lagi, jika kau mau mendua hati jangan hatiku yang kau sakiti. Lelah sudah lelah aku bertahan, bagimana tidak dari semua Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- …
- 23
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









