Foto: Dokumen Pribadi Balada Pendulang Cacing Sutra : Kharir Hatta Di sungai itu kau berkubang Tak peduli sungai sedang pasang keruh air di permukaan kau teguh berendam Selengkapnya
Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Penyejuk Jiwa
Penyejuk Jiwa : Kharir Hatta Diselingi kokok jago bersahutan Dari surau ayat-ayat suci dilantunkan sayup terdengar di jelang fajar Jiwa-jiwa hanif tergetar Bersujud-simpuh menghadap Sang Kuasa Sepenuh Selengkapnya
Merupa Dan Menulis Itu Adalah Sahabat Karib
Merupa dan Menulis, sebuah kolaborasi yang manis. Apalagi di zaman sekarang ini mulai terjadi penurunan minat membaca karena banyak orang lebih suka melihat keindahan langsung dari produk digital berupa visualisasi Selengkapnya
Ending Novel Novelis (40)
Puisi untukku Masih di taman hotel tempatku menginap selepas launching bukuku. Mas Pras tetap berada di sampingku. “Kamu sama sekali tak membuka pesanku, Ajeng. Kenapa?” Suara mas Pras menyadarkan Selengkapnya
Visual Art Ataukah fine Art, Sebuah Polemik Istilah Seni Rupa
Saya masih akan menulis tentang seni rupa. Mencoba mengenalkan seni visual, seni gambar dan seni lukis serta beberapa tokoh seni rupa yang kiprahnya paling tidak dikenal secara nasional. 3 Selengkapnya
Panen
Panen : Kharir Hatta Sawah menguning rata Masa panen tiba Para petani riang Hari-hari ini akan dapat uang Hadiah lelah yang telah mereka tanam Harap dan angan Selengkapnya
Laut Biru
Laut Biru : Kharir Hatta Bentangan samuderamu nan luas bergolak Gradasi warnamu memesona Terbias di muka riak alun ombak Melengkung biru tersaput putih jingga di cakrawala Selengkapnya
Ending Novel Novelis (39)
Niat Buruk Tyo 39 Kurasa ada yang membuntutiku saat berbelanja kebutuhan sehari-hariku. Ada perasaan tak enak menyelimuti hatiku. Buru-buru aku memilih aneka kebutuhanku selama beberapa hari ke depan. Langsung saja Selengkapnya
Pulang Kampung ke Kota Budaya
“Bunda, aku dapat juara satu!” aku berlari masuk menghampiri bunda yang sedang membereskan rumah. “Benarkah? Hebat anak Bunda, ayo ganti pakaian lalu makan sama-sama ya,” perintah bunda. “Siap Bun. Oh Selengkapnya
Layang-Layang
Layang-Layang : Kharir Hatta Melayang terbang tinggi di awang Dihantam angin putus benang Terperangah bocah tengil Asa melambung jauh tampak kecil Layang-layang kini tiada Tawa telah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- …
- 24
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





