
Banyak hal yang sederhana justru merupakan sesuatu yang berharga, seperti juga kuliner yang satu ini. Meski bahan bakunya tidak mahal namun ketika diracik oleh tangan terampil, cita rasanya berbeda. Saat disantap hangat, super sekali. Apalagi ketika hujan rintik, suasana dingin dipadu dengan makanan hangat, bukan main sedapnya.
Oncom dipenyetin, potongan lontong, irisan daun kemangi, tahu serta bihun serta tauge, kuah kuning dengan aroma bumbu yang begitu menggoda, pinggiran mangkuk tersisa luapan kuah, di satu sore dibawah pohon yang persis tumbuh di depan kantor polsek Cikarang. Boleh dong icip icip kuliner meski yang dagang mangkalnya di pohon rindang, interaksi penjual dan pembeli seakan tak berjarak. Selain itu ya soal harga, bisa kompromi bosqu.
Hayo tebak sedang ngapain sih ?Kuy lah ngejajal jualan pinggir jalan, murah meriah dan juga seger kuahnya endes, penganan legendaris bernama laksa, konon makanan ini gabungan unsur khas dari Tiongkok dan juga Melayu. Akar bahasa laksa berasal dari kata Sansakerta yakni laksha yang berarti banyak, apapun arti harfiahnya tentang laksa, sop pasti makanan ini memang sedap mantap kalau dikudap.
By the way ya darimana pun kuliner ini berasal, yang jelas kekayaan kuliner ini patut di cicipi karena rasanya enak lho. Selain itu harganya memang terjangkau, saat penulis menyodorkan uang dengan pecahan sepuluh ribu, eh di kembalikan oleh si Mamang tukang jualan laksa dengan uang dua ribuan. Yekan murah meriah dong, dan rasanya itu lho bikin mupeng gitu hehe.
Berarti satu porsi laksa di jual dengan harga delapan ribu rupiah. Laksa memang nggak sebanyak ketoprak saat mangkal mencari pembeli, yang dagang laksa di kawasan Cikarang juga bisa di hitung dengan jari.
Saat penulis googling tentang ragam kuliner tentang laksa, ternyata laksa banyak variasinya lho, ada laksa Penang,ada laksa Betawi, laksa Bogor, laksa Tangerang. Jika dari teksturnya sih laksa yang admin kudap kemungkinan adalah laksa Bogor karena menyertakan oncom dalam isian laksa.

Yang bikin penasaran penulis nih ya kuah laksanya itu lho, kuah kuning dengan bumbu yang terasa enak di lidah, bumbu kuah laksa ternyata dari bumbu bumbu yang mudah di dapat seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, kunyit, ketumbar. Wah ternyata banyak juga ya, pantes saja kuahnya terasa segar dan juga tekstur warnanya terlihat kuning unyu unyu hehe, sekali ngejajal lidah pun termanjakan dengan bumbu rempahnya.
Dengan harga yang dibanderol delapan ribu per satu mangkok, kejangkau banget deh dan keitung jajanan murah meriah. Satu porsi laksa dengan lontong didalamnya cukup mengenyangkan, termasuk makanan berat nih laksa mah. Untuk yang suka jajan namun harganya relatif terjangkau,pilihan menyantap laksa bisa juga mengganjal perut lapar.
Mau nyobain laksa? Bisa datang lho di depan kantor Polsek Cikarang yang berada di jalan Gatot Subroto nomor 2 Cikarang, di situ ada tukang laksa yang memakai gerobak saat mangkal. Mungkin di daerah lain ada juga sih yang jualan laksa dengan memakai warung, jadi kalau hujan bukan satu masalah. Yuk ah menghangatkan tubuh dengan semangkuk laksa ketupat. Udah ya cerita tentang enaknya laksa, kalau di ceritain panjang lebar nanti pembaca pada mupeng deh. Iya kan iya kan!








