Peri Menil tidur bersama Syofi malam itu. Keluarga Syofi memperlakukannya dengan sangat baik. Awalnya dia takut melihat manusia. Ratu Peri selalu melarang mereka datang ke perkampungan manusia. Kata Ratu Peri, Selengkapnya
Cerpen
Peri Menil Tersesat
“Ayo sembunyi semua. Aku hitung sampai sepuluh ya,” teriak Peri Menil sambil menutup matanya. Semua peri berterbangan mencari tempat sembunyi. Ada yang sembunyi di balik pohon, di dalam sangkar Selengkapnya
Merpati Tua tidak Sepasang (part awal)
Berjalan menyusuri jalan menuju tempat pemberhentian bus yang tidak jauh dari rumah. Sudah hampir beberapa pekan ini aku terpaksa berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. “Tenang sayang, setelah pensiun Abang Selengkapnya
Pemuisi dan Pemusik itu Bertemu di Taman Bunga
“Pak Rian, laporan mengenai kinerja para staf di divisi Anda harus selesai besok pagi. Ini perintah atasan. Maaf mendadak memberitahu. Besok Beliau akan datang langsung dari Singapura.” Kata Bu Rinita Selengkapnya
Meraih Asa di Kota Gudeg (part 2)
Namaku Aisyah Nurulhuda, Ayah dan Ibu memanggil aku Ais begitu juga dengan teman – temanku. Aku meninggalkan tanah kelahiranku karena cintaku yang bertepuk sebelah tanggan. Aku menguatkan hati untuk pergi Selengkapnya
Pria Tanpa Suara dan Putri Bunga
Belum ada yang baru lagi. Ini sudah satu minggu. Sehari sampai 3 kali sudah kubuka blognya. Tak satupun tulisan baru kutemui. Aku ternyata mulai rindu tulisan-tulisannya. Aku rindu rangkaian Selengkapnya
Meraih Asa di Kota Gudeg (part 1)
Gengaman tangan ibu aku lepaskan, aku tahu ibu tidak rela dengan kepergianku. Hanya alasan klise yang biasa aku berikan kepada ibu, kota yogya tempat yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Selengkapnya
Aku Pergi (part 4)
Ku buka mataku, cahaya yang menyilaukan membuat aku menutup kembali mataku “Sayang Kamu sudah sadar?” aku mendengar suara Bang Rifai dan sentuhan tangannya mengelus kepalaku “Apanya yang sakit? Bang Rifai Selengkapnya
Titik Balik: Ekspresi Emosi Anak Laki-Laki
“Anak laki-laki, kok, menangis?” Kalimat tersebut seringkali kita dengar. Sebagai ayah, saya bahkan seringkali mengatakan hal tersebut kepada anak laki-laki saya yang belum genap berusia empat tahun. Kalimat tersebut sepertinya Selengkapnya
Titik Balik: Bintang untuk Bintang
“Bunda … Kenapa tidak ada lagi bintang di langit kota kita?” Pertanyaan itu keluar dari mulut mungil lelaki kecil berusia 10 tahun. Lelaki bertubuh mungil itu sedang duduk di halaman Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











