Jaga Dirimu dan keluargamu dari Serangan Virus Corona. Itulah pesan penting yang ingin omjay sampaikan dalam tulisan ini. Kluster dalam keluarga kini sedang menyerang keluarga kita. Jangan lemah dan lengah Selengkapnya
Cerpen
Cerpen: Percakapan Anak Lelaki dengan Ibu Sebelum Tidur
Malam itu Bayu terlihat kelelahan. Mukanya kusam, lengkungan hitam di sekitar mata mulai tampak, rambut pun acak-acakan. Makanan kesukaannya yang disediakan ibu ketika siang, tak mampu menyegarkan tampilannya. Mengikuti kegiatan Selengkapnya
Cerpen: Sepucuk Surat Perselingkuhan
Masih adakah yang berkirim surat dengan tulisan tangan akhir-akhir ini? Kamu bagaimana? Kalau kami, orang-orang yang suka membaca dan bercita-cita menjadi penulis, sangat menyukai. Kami membiasakan diri menulis dengan tangan Selengkapnya
Cerpen: Valentine yang Malang
“Buat apa merayakan Valentine? Bukankah cinta memang dan harus dihidupi setiap hari? 14 Februari hanyalah satu di antara 365 hari yang terus kita lewati” Besok Minggu hari Valentine. Seorang wanita Selengkapnya
Cerpen: Maaf, Tak Ada Lagi Cinta di Antara Kita
Awalnya, hubungan kita baik-baik saja. Cinta yang dibangun bermodalkan kepercayaan, kesetiaan, dan perjanjian, kuharap bisa berlangsung lebih lama hingga ke pelaminan. Kemudian langgeng sampai kematian. Kau masih saja rutin mengingatkanku Selengkapnya
Cerpen: Uang Arisan
Di sebuah perumahan, hidup seorang ibu bernama Bu Bandi. Dia boros, tidak pandai mengatur uang. Bersuamikan buruh pabrik, dia memiliki seorang anak gadis. Sore itu, bersama ibu-ibu lain se-RT, mereka Selengkapnya
Cerpen: Aku Menulis Kitab Perkabungan
Aku mulai bosan berbicara kebahagiaan. Hal yang telah, sedang, dan akan dinikmati banyak orang, menjadi kerinduan, dan selalu diharap. Aku yakin, kamu termasuk salah satu dari mereka. Dari dulu, tak Selengkapnya
Cerpen: Kematian Ayah
“Kalian bisa pulang sekarang?” Tanyaku via telepon kepada ketiga anakku. Mereka tidak tinggal serumah bersama kami. Masing-masing telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri. Si sulung sudah lama merantau di negeri Selengkapnya
Cerpen: Cinta di Tepi Laut
Sekarang hari Sabtu. Tepat pukul sembilan malam Jumat kemarin, aku telah menyelesaikan semua pekerjaan rumah dari Bu Guru, untuk dikumpulkan Senin depan. Aku tidak ingin Sabtuku terganggu. Ajakan teman-teman untuk Selengkapnya
Cerpen: Burung-burung Desa
Pagi itu, mentari seperti terlambat bangun. Para manusia sudah bermunculan, berkerumun dan bekerja mencari sesuap nasi. Langit terbentang gelap. Kumpulan awan pembawa hujan semalam masih lengkap. Sisa-sisa sinar bulan ada Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 91
- 92
- 93
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.















