Lima detik setelah kelopak mata tak lagi bertaut dalam takut. Kudekap bantal busa berlapis kain merah bermotif buku dan pena. Ada maksud hendak menenangkan degup. Sepertinya sia-sia. Degup tetap serupa Selengkapnya
Cerpen
Titik Balik: Lelaki yang Menikahi Pohon Jati
“Tebang! Tebang! Tebang!” Terdengar suara bersahutan. Memekakkan telinga. Massa masih berkerumun di belakang sebuah rumah berdinding bambu di pinggir kampung. Rumah tersebut adalah milik Pak Saleh. Seorang renta yang hidup Selengkapnya
Titik Balik: Kidung Gumi Sasak
KIDUNG GUMI SASAK Oleh: Sudomo, S.Pt. “Saya tidak mau, Bu!” Teriakan itu terdengar memecah keheningan malam di sebuah rumah. Seorang perempuan yang belum genap berusia enam belas tahun itu Selengkapnya
Titik Balik: Cerita Rakyat Sasak (5)
Syiar Lebai Sandar di Bandar Debur ombak menghantam bibir pantai. Bergulung-gulung mengayun buih putih yang bergolak. Berkejaran seakan berlomba siapa yang lebih dulu tiba di pantai. Sebagian terseret di Selengkapnya
Titik Balik: Cerita Rakyat Sasak (4)
Hujan Batu di Sigerongan “Bagaimanapun juga kita jangan sampai menyerah, Baginda!” Suara seorang prajurit memecah kebisuan balairung istana kerajaan. Sang Raja yang semula duduk di singgasana pun memutuskan untuk Selengkapnya
Titik Balik: Cerita Rakyat Sasak (3)
Masjid di Atas Awan “Saya yakin tidak ada yang semegah ini!” Dengan nada yakin Baloq Anggeq mengucapkan itu. Melihat Baloq Anggeq yang begitu yakin membuat Lalu Sri Gede yang Selengkapnya
Titik Balik: Cerita Rakyat Sasak (2)
Kesatria Titi Gangsa “Jangan asal mengambil tindakan! Apa kau tidak berpikir ke depan?” Lelaki bertubuh tegap itu tidak segera menjawab. Dia hanya terdiam menundukkan kepala. Pandangannya tajam menatap lantai Selengkapnya
Titik Balik: Cerita Rakyat Sasak (1)
Lelaki Penghuni Makam Baturiti “Jangan turunkan titah itu, Baginda!” Sang Permaisuri terus merengek. Ia berusaha membujuk suaminya. Raja Anak Agung Gede Ngurah, untuk membatalkan rencananya. “Tapi kenapa, Dinda?” Raja Selengkapnya
Titik Balik: Jelajah Lombok (Bag. 6)
6 | Rumahku Istanaku Magrib hampir tiba ketika mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Namun, sepertinya waktu sedang tidak ingin diganggu. Dia terus bergerak dengan pasti mengikuti ketentuan yang seharusnya. Selengkapnya
Titik Balik: Jelajah Lombok (Bag. 5)
5 | Jelajah Lombok Pagi tiba ketika mereka berkemas-kemas. Selepas salat Subuh berjamaah di masjid kampung, mereka mempersiapkan diri, termasuk kakek dan nenek Opin. Mereka berdua diajak ikut serta Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






