Musibah di Perkebunan Kami menyusuri jalan kecil menuju perkebunan. Agak licin. Dan lagi- lagi aku menyesal karena salah mengenakan sepatu. Aku terpaksa bertelanjang kaki atau nyeker. Kujinjing sepatu high heelsku. Selengkapnya
Cerpen
Seindah Pelangi (4)
“ Mengapa tertawa Aisyah,” aku mendengar pertanyaan dari Aditya. Aku tidak menyangka Aditya mendengar tawaku di seberang sana. “ Maaf, “ kataku. “ Aisyah hanya merasa lucu saja, “ Aditya Selengkapnya
Ending Novel Novelis (8)
Di Perkebunan Ayah Aku terbangun. Hujan sudah reda. Kulihat kabut mulai menyelimuti tempat ini. Tunggu dulu! Di mana Pras? Kukira dia tadi berdiri di sebelah pojok kanan gazebo. Kok sekarang Selengkapnya
Ending Novel Novelis (7)
Perjalanan ke Lapangan Sungguh sial, di tengah perjalanan kami kehujanan. Bahkan di tempat tujuan ternyata hujan semakin deras. Jalan yang kami lalui bukan jalan yang kukenal. Lebih terlihat seperti sawah. Selengkapnya
Ending Novel Novelis (6)
Peristiwa yang Mempertemukan dengan Pras Aku meninggalkan ruanganku. Segera aku menuju ruangan ayah. Ayah sudah menungguku. “Ada apa, ayah?” “Kamu ke lapangan ya, Jeng.” Aku terbelalak. Arti perintah Ayah, aku Selengkapnya
Mumut Semut dan Nyonya Mone
Barisan semut merah berjalan rapi di atas tanah. Pasukan tersebut adalah Mumut dan keluarga yang sedang mencari tempat tinggal baru. Mumut memang sering pindah dari satu tempat ke tempat lain. Selengkapnya
Ending Novel Novelis (5)
Menjadi Anak Berbakti Akhirnya aku mengamini permintaan ayah. Aku ke perusahaan ayah. Pastinya dengan penampilan ala aku. Pakaian seksi dan rok di atas lutut. Hahaaa. Terus terang aku semula tak Selengkapnya
Ending Novel Novelis (4)
Awal Perkenalan Kami Perkenalanku dengan mas Pras berawal dari pertemuanku di perusahaan ayah. Waktu itu aku hanya menuruti kemauan ayah untuk membantunya di perusahaan. Bahkan nanti aku harus melanjutkan jalannya Selengkapnya
Ending Novel Novelis (3)
Bahagia yang Relatif “Aku ingin novelmu happy ending, Jeng…” pinta mas Pras. Aku tersenyum kecut mendengar permintaan suamiku itu. “Menurut mas akhir yang indah itu seperti apa? Relatif kan?” “Maksudmu?” Selengkapnya
PENTIGRAF KLASTER BICARA
PENTIGRAF KLASTER BICARA Oleh : Hariyanto _pentigraf Nurdin seorang pemuda yang sering menggerakkan masyarakat untuk hal-hal baru. Namun sayang sekali gerakannya sering pula berlawanan dengan situasi saat ini. Disaat Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







