Pagi yang Resah

Rintihan panjang suara hujan, menyibak kegelisahan pada pagi yang tak dibersamai matahari. Hujan itu seperti cucuran air mata dari langit yang membentangkan kesedihan. Menari keras di atap rumah warga. “Pa,

Bujang

Bujang  melangkah lemah, pintu rumah ibu sudah jauh di tinggalkanya. Kemana lagi aku harus mencari, tanggal tua begini pasti tidak ada yang punya dana lebih. Aku tidak tahu harus mencari

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.