Jangan Tinggalkan Kami Cerpen Thamrin Dahlan Menurut Mister Mukidi Mudik dan Pulang Kampong apabila dilihat dari tujuan geografis memiliki makna sama. Namun ketika dilakukan pendekatan waktu maka timbul perbedaan. Mudik Selengkapnya
Cerpen
Awal Derita Ku (part 3)
Pandangan mata karyawan yang memandangku tidak aku pedulikan, aku tahu mereka pasti bertanya, tumben bu Cahaya terlambat tidak seperti biasanya. Aku melangkah menuju ruanganku tanpa berbasa – basi dengan karyawan Selengkapnya
Awal Deritaku (part 2)
Itu 10 tahun yang lalu, sekarang aku manajer pada salah satu perusahaan ternama dikota tempat aku bekerja. Aku merasa biasa saja tapi tatapan dari teman sekantor serta kata mereka aku Selengkapnya
Awal Deritaku (part 1)
Klise sebenarnya, disaat seseorang mencintaimu, ia tak harus mengatakannya. Kau akan tahu dari cara ia memperlakukanmu. Namaku Cahaya Permata Bunda, sebenarnya aku tidak suka dengan nama pemberian orang tuaku yang Selengkapnya
Rindu Kakak
Rindu Kakak Tung Widut Lima bulan sudah kak Jontor kerasan di kos tempat kuliah. Sebenarnya ya dipaksa kerasan. Corona yang membatasi hilir mudik bepergian. Hingga kak Jontor bertahan sampai ramadhan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 4)
“Alhamdulillah, usaha kita baik – baik saja sekarang Ayah sudah punya orang kepercayaan sehingga Ayah tidak perlu sering – sering melihatnya. Ayah hanya fokus dengan usaha kita disini saja.” ucapan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 3)
“Masak sih, sini ibu coba.” Ibu masih berusaha mencari alasan, padahal selama ini Aku yang membuatkan kopi susu untuk Ayah tetapi selalu Ibu yang mendapatkan pujian. “Mungkin karena Ibu kangen Selengkapnya
Parcel An Nissa
Parcel An Nisa Cerpen Thamrin Dahlan ” Pa, mana hadiah lebaran untuk kita ” An Nissa bertanya kepada ayahnya yang baru saja pulang dari kantor. Setelah terkejut sejenak mendengar curahan Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part 2)
Pukul sudah menunjukkan angka 2.30 sore aku baru menyuci dan mengepel rumah, aku masih harus memasak untuk makan sore. Melangkah lemah menuju dapur mengambil nasi bungkus yang ku simpan. Membukanya Selengkapnya
Kabut Kehidupanku (part1)
Terkukung di antara diding empat segi, mungkin hanya beberapa orang yang merasakannya. Aku ada di dalamnya, duniaku sempit dan sangat menyiksa. Aku mendengar suara dan melihat cahaya di celah – Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












