Tentang Perselingkuhan Itu (1) Tung Widut “Besok jadikan?” Pesan pembuka yang dikirim kepada Nila. Nila pun menjawab dengan penuh kepastian. “Ya.” Malam itu hampir semalaman dia memegangi hpnya. Tangannya Selengkapnya
Cerpen
Soal Ujian (Fiksi Mini)
Oleh : Heri Setiyono Pak Sukab membolak-balik map anggaran, memijit-mijit kalkulator dahinya berkerut. Runyam. Diambilnya kertas dan pulpen diulanginya lagi hitungan. Kembali dahinya mengernyit, kali ini rambutnya yang Selengkapnya
CINTA DI UJUNG PENA
Dokumen pribadi Hari ini hari yang begitu indah. Tepatnya pada har Rabu, 27 Januari Selengkapnya
MENIRU
Anak-anak memang tidak pernah bagus di bidang mendengarkan orang yang lebih tua, namun mereka tidak pernah gagal untuk meniru mereka. -James Baldwin- Hujan sangat deras. Tiara mengurung niatnya untuk Selengkapnya
Ungkapan Hati
Ungkapkan Hati Oleh: E. Hasanah Suka dan duka berpasangan dialami seseorang. Waktu hanyalah perbedaan kejadian. Kenangan 2020 biarlah terkubur damai dalam ingatan. Kenangan suka kita jadikan pemanis dalam alur cerita. Selengkapnya
Pentigrag#4_Menu
Menu Oleh: E. Hasanah Hari ini Emak jalan-jalan mengajak ke-3 anaknya. Karena mendadak tanpa direncanakan, Emak tidak menyiapkan bekal untuk di perjalanan. Hanya air minum saja. Tujuannya mau ke mana Selengkapnya
Pentigraf#3. Kopi
KOPI Oleh: E. Hasanah Sebungkus kemasan bertuliskan coffee tergeletak di atas meja. Wah pasti nikmat ni kalau diseduh, pikir Emak. Dari semalam hujan gerimis sampai pagi ini belum berhenti. Secangkir Selengkapnya
Pentigraf_Belanja Tanpa Uang
Belanja Tanpa Uang Oleh: E. Hasanah Secangkir kopi dan pisang goreng menghangatkan pagi. Sambil menanak nasi untuk sarapan, biasanya Emak ngobrol ngaler ngidul dengan Pak Su. Dari mulai membicarakan anak, Selengkapnya
Pentigraf_Wisuda
WISUDA Oleh: E. Hasanah Ruang yang akan digunakan acara sedang ditata. Podium diletakkan di sebelah kanan. Meja panjang dipasangi taplak berwarna ungu lembut. Kursi-kursi berjajar berjarak. Bunga di atas meja Selengkapnya
SARANGAN TAK TERLUPAKAN
Dinginnya pagi di Telaga Sarangan menusuk tulang yang sudah mulai rapuh. Rintik hujan menerpa wajah bijak yang hingga tahun pernikahan setengah abad setia mendampingi. Sesekali diusapkan kewajah, tangannya yang basah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 90
- 91
- 92
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






