Sambil bersenandung kecil, Fadli memainkan kunci mobilnya, wajahnya tampak gembira, senyum terkembang. Langkahnya tertahan begitu mendengar suara wanita menyapanya. “Ada apa gerangan putra ibu, kelihatannya senang sekali,” ucap Bu Nely Selengkapnya
Novel
KMAA#36 : Melayang
Fadli duduk di belakang kemudi. Mobil melaju dengan kecepatan tidak terlalu kencang. Sesekali matanya melirik kendaraan di belakang melalui kaca spion. Lagu “Bila rasaku ini rasamu” dari Kerispati mengalun syahdu Selengkapnya
KMAA#35: Gejolak
Kring…kring…kring Dering panggilan masuk dari ponselnya membuyarkan lamunannya. Diraihnya gawai yang tergeletak di lantai. Tidak ada nama tertera, hanya deretan nomer asing yang masuk. Merasa tidak mengenal nomer tersebut dia Selengkapnya
KMAA#34: Mencari Jejak
Langkah kaki gadis itu menyusuri lorong rumah sakit, sesekali dia melempar senyum kepada setiap orang yang ditemuinya. Dia langsung menuju loket lima dan menyapa petugas yang sedang duduk di Selengkapnya
KMAA#33: Tragedi
Bergelut dengan pendidikan sudah menjadi kebiasaan Aisyah. Tidak heran jika waktunya dihabiskan untuk mengajar di kampus dan membuka bimbel di lokasi yang ia sewa tidak jauh dari rumahnya.Terkadang muncul rasa Selengkapnya
KMAA#32: Pertemuan Tak Terduga
Aisyah mengedarkan pandangannya sembari menatap sekilas seluruh orang yang ada di restoran itu, mungkin ada diantara pengunjung yang dikenal dan memberi pesan saat kajian tadi. Tapi sudah cukup lama Aisyahnya Selengkapnya
Ujian Lima Tahun Perkawinan (15)
KMAA#27 Suka duka menjadi guru honorer dengan gaji yang minim hanya cukup untuk membeli susu anakku. Kebutuhan lain dan makan sehari-hari aku mengharap ada sisa dari uang setoran dari angkot Selengkapnya
KMAA#31 : secarik Kertas
Penghasilannya sebagai dosen cukup membantu dirinya mencicil motor Vario sementara sepedanya digunakan Bayu ke sekolah. Langit tampak biru bersih, tidak ada sedikit pun awan hitam. Sesekali terlihat burung-burung terbang kesana Selengkapnya
KMAA#30: Tersenyum Di Balik Kegetiran
Aisyah duduk termenung di atas dipan kayu depan rumah sambil memandangi tupukan rongsokan yang berhasil dikumpulkan bapaknya selama sepekan. Tatapan sendu, gurat kesedihan masih tampak jelas terlihat. Dia tidak pernah Selengkapnya
Ujian Lima Tahun Perkawinan (14)
KMAA#26 Hitungan weton dalam adat Jawa yang masih berlaku kala itu aku hiraukan. Dengan Bismillah tentu aku lebih mantap menjalani hari-hariku bersama Mas Aro calon suamiku. Apakah cinta telah membutakan Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- …
- 35
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





