Cinta Sama Dengan Nol (1)

Prolog Penulis : Santi Syafiana, S.Pd      “Gluduk. . .gluduk,” mobil melintas di jalan berlubang. Entah sudah kali ke berapa. Lantas oleng kiri, kanan. Berkelok-kelok. Mendaki menurun tidak beraturan. Menyisir

Hari-Hari Pertama (Bagian 2)

“Baiklah, bagaimana kalau kita jemput bola, kita datangi rumah-rumah orangtua siswa, yang tidak daftar kolektif lewat guru SD-nya. Kita pastikan alasan mereka tidak menyekolahkan anak-anaknya. Sampaikan bahwa anak usia mereka

HARI-HARI PERTAMA (BAGIAN 1)

Aku menghampiri Dede yang baru saja selesai mencuci sepeda motorku. Kusodorkan secangkir kopi untuknya. Dia pun berkata,” Aduh, saya jadi malu, Ibu membuatkan kopi untuk saya.” “Nggak apa-apa,De. Ini bukan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.