Langkah Gontai

Memulai pagi dengan lemah hati Berjalan susuri jalan penuh sampah sana sini Berserakan tumpukan plastik basah dan kering Lihat kerumunan manusia berebut botol plastik untuk dijual lagi Duduk di batu

Sedikit Melupakan

Terangkan segala yang pernah singgah Dengan sengaja berkata-kata dan memberi kesan tak suka Menatap biasa padahal sudah menumpuk buruknya kesan Berjalan santai layaknya tak ada masalah pada fikiran dan hati

BerkahMu Tak Terhingga

Jauh di sudut langit awan hitam berkumpul secara perlahan melebar semakin menutupi biru cerah yang dari pagi hangatkan bumi Pagi akan beranjak siang siap menggelincir mentari yang begitu tampak kharismanya

Pohon Hampir Mati

Kaulah semangat jalani hari Pelita di kala dunia mulai meredup Pembangkit serpihan hati yang sedang layu Membuncah bergerak hadapi kenyataan Dulu rindang daunmu sejukkan siapa saja yang numpang berteduh Duduk

Merindukan Hujan

Mekar bunga berwarna-warni manjakan mata Kumpulan kumbang terbang suka cita terbang mengitari satu pohon ke pohon lainnya Penuh hijau seluas penglihatan merajut harapan Beberapa ulat hijau dibiarkan tumbuh subur membulat

Bungkusan Tak Berwujud

Berlomba meminta simpati Berebut perhatian bersama berlari Menata ruang jiwa rimbunkan bunga hingga bersemi Mengemis kasih rasa sakit tak dipeduli Tidak ada yang melihat dan menjadi pemerhati Tak ada penghargaan

Pantun Ujung Februari

Pantun Ujung Februari 2021 Jeruk purut berkerut kerut Jeruk Pontianak dijamin manis Tak elok pula banyak menuntut Kerjakan kewajiban tak ada yang gratis Daun sirih berteman pinang Pinang merah di

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.