Puisi | INTROSPEKSI

INTROSPEKSI Aku terlalu asyik melihat keluar Meski pikiran berkabut, pandanganku begitu terang Begitu mudah dan tampak setiap yang aku lihat Membuatku susah untuk melihat kedalam Aku larut dalam nafsu kebencian,

Doa di Atas Bantal

Kuletakkan di atas bantal kepada ini. Larut malam hampir menjelang dini hari. Pikiran ini masih menari-nari. Terasa ada yang membebani. Masalah datang silih berganti. Kerap kali melukai.  Bantal yang empuk

Berbicara Tentang Hutan

Berbicara tentang hutan, benakku membayangkan KalimantanKubayangkan pulau dengan wujud Semar ini penuh hutan belantaraHewan-hewan nan eksotik tinggal tentram di rerimbunanTapi ketika menuju ke sana, aku gelisah melihat alamnya

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.