Senandung Embun Pagi Tung Widut Senyap sementara dalam balutan kabut Setelah adan berkumandang Sepi dalam temaram lampu jalanan Sayup mulai terdengar Merdunya ayat Allah dari toa surau Memecah kabut dingin Selengkapnya
Puisi
Celoteh Anak Pesisir Pulau”Surat Cinta dari Rakyat yang Terbungkam”
Surat Cinta dari Rakyat yang Terbungkam Oleh: Raja Zainol Afandi Surat cinta dari rakyat yang terbungkam Mengngunci gembok besar diam tertunduk Tak bisa banyak bicara,kritis Apakah benar aku Selengkapnya
Nafas Pertama di Antara Rerumputan
Nafas Pertama di Antara Rerumputan Tung Widut Selamat pagi nafasmu Berhembus di atas rumput lapangan Menyulam jalinan cerita setelah daun kering di tiup angin Melayang jauh ke samudra pengabdian Selengkapnya
Rasa
Rasa Tung Widut Kegalauan datang dengan alasan Tiba saat yang mampu dibendung Tatkala langkah salah telah berujung Hanya mampu meratap kebodohan Ucapan maaf tak jua menghapus Sesal ada dalam Selengkapnya
Selamat Pagi Semangatku
Selamat Pagi Semangatku Tung Widut Pagi berkabut membalut jalanan Dingin terasa merasuk dari sela seragam Tanpa jaket semangat membelah jalan Melaju di jalan terjal tak beraspal Rumput basah embun Selengkapnya
Sinar
Sinar Tung Widut Sinar pagi datang Pagi perlahan hilang di telan cahaya Begitu singkat embun melambung tanpa tanpa terlihat Sirna begitu saja Dedaunan semakin menjerit Tatkala mentari semakin meninggi Panas Selengkapnya
KEKASIHKU
KEKASIHKU Tersenyumlah! Biar kunikmati Setiap goresan indah Sudut cantik pengukir pipimu Menatapmu, getarkan relung sanubari Degup jantung bersuara Melantunkan irama Cinta Kekasih Jangan lepaskan Simpul indah cerita Setiap Selengkapnya
Hati Bahagia
HATI BAHAGIA Hati bahagia Bersama dia Berpantun ria Tawa canda Berbaur rasa Walau berdua Terasa gembira Sumpah setia Takkan mendua Bersatu selamanya Jonggol, 16 Januari 2022 / 3 Selengkapnya
Dewi Corona
DEWI CORONA Dewi Corona Corona nama indah yang kukenal Kukenal melalui media masa Sungguh aku terkesima Dewi Corona Pesonamu begitu memikat Memikat bagi pencari kebenaran Kebenaran akan keberadaanmu Selengkapnya
Corona Menyapa
CORONA MENYAPA Hai Corona! (A1) Namamu cantik seperti bentukmu yang unik (b) Andai engkau datang tanpa bahaya (A2) Tentu hidupku tak merana (a) Lihatlah apa yang telah kau perbuat Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












