Melewati hari dengan segala rasa Bercengkrama dengan dingingnya malam Hanya berharap padamu tuan Aku dan Dia Ada satu hati menantimu disini Berharap pada pucuk asmara Seandainya kau juga mengingatku Selengkapnya
Puisi
Senja Gembira
Riuh Menyambut Senja Tung Widut Bangku-bangku menjerit ditinggalkan Sang empu yang riuh rekayasa Gembira dengan gawai di tangan Menyalakan game dalam pelajaran Lampu kedip membiru tanda benar jawabnya Setelah beberapa Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi ” Aku dan Waktu”
Berlalu tak terkejar Diam masih tetap berlalu Tertinggal jika aku tidak mengingatnya Aku dan Waktu Masa kecil hanya kenangan Masa muda jangan leka Masa tua menyesal karena menyiakannya Aku Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Mereka”
Hiruk pikuk mengisi hariku Ada tawa canda kala kami berbahagia Ada sesa di dada kala sedih menerpa Aku dan Mereka Asaku mengiringi jalanya Ada kewajiban mereka Ada hak diriku Selengkapnya
Senja yang Terluka
Malam menggantikan senja menggandeng mesra gulita abaikan senja yang terluka Malam tak berbintang burung hantu diam membisu kunang-kunang enggan terbang Kasihan senja sebentar bersinar jingga sudah tertutup kegelapan Selengkapnya
Senja yang Terlupa
Senja yang Terbuang Tung Widut Matahari masih memancarkan sinar Tak ada yang menghalangi sinar terang Semua menunggu senja yang kan tiba Membayangkan keindahanya yang tak mungkin terbayar Perlahan sinar Selengkapnya
Rintik Kala Senja
Rintik Kala Senja Tung Widut Senja tenggelam di balik awan langit kelabu tanpa Sinar Jingga Resah menggelayut di dalam dada Tak lagi ada penghibur yang mewarnai langit yang Selengkapnya
Celotah Nyakbaye, Puisi “Aku dan Makna”
Malam ini bulan tak nampak Malam ini bintangpun bersembunyi Malam ini terasa sepi Malam ini sunyi sepi Malam bukan berarti mati Malam bukan berati sunyi Malam renungan hati Malam Selengkapnya
Memandang Senja
Memandang Senja Tung Widut Hati tiada tara Senang gembira kala memandang langit barat Sinar kekuningan semburat memerah Jingga tiada dua Angin semilir memberi irama Pucuk pepohonan bergoyang perlahan Mengucap Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi ” Aku dan Cahaya”
Sinarmu memberikan pengharapan Tak akan tersesat dalam gelap walau kecil makna hadirmu Walau tak utuh untukku tapi aku tahu kau ada Aku dan Cahaya Terangmu menyeluruh Hadirmu untuk yang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















