Berbagi Takjil

Jalan desa kelok berliku Ramai pejalan kaki Beban berat di kepala dan tangan   Sesekali satu tangan menyeka keringat Sedikit lega namun tetap mengucur Sayup terdengar suara riuh rendah  

Zakat

Jangan bangga atas apa yang kau miliki Hanya harta titipan untuk kau simpan Satu sen kau keluarkan, satu sen pula harus dipertanggungjawabkan   Mana bisa dikatakan itu milik kau Sedangkan

Berbuka Puasa

Bulan penuh rahmat Bulan penuh ampunan Lapar dahaga hanya sementara   Ada yang sibuk susun hidangan penggugah selera Sesekali tengok sesama Mungkin sejak kemarin menahan dahaga   Sibuk berbagi sisihkan

,

Pemilu

Pemilu… Tak sekadar memilih Namun, membuat pilu   Masa lalu terdengar gaung lagu Kendati pun sebatas kepatuhan Sekejap dan berlalu   Lepas tanpa bekas Kemudian terhempas Menyisakan seonggok luka dalam

,

Cinta

Cinta bak kupu-kupu Terbang tinggi Hinggap di mana saja yang dia ingini   Tak harus dimiliki Cinta itu satu Hanya pada-Mu Ya Tuhanku   Maaf rinduku yang kurang besar untuk-Mu

Bilur Resah

Ia tak berlaga sebab ini bukan apa-apa Juga dalam ingatannya diri bukan siapa-siapa Dalam hening menghadirkan segala rasa Damai…, indah dalam hadirNya   Diri sering lupa Arus waktu telah menggerusnya

Ingin Sendiri

Sumber Foto: engin-akyurt-luvvjm8zHvk-unsplash   Ingin Sendiri   Sahabat, saat ini aku hanya ingin sendiri.. Melepas penatku dan berserah diri.. Kepada Tuhan yang senantiasa merahmati.. Agar hati ini tenang dan jernih

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.