REFLEKSI

                    Diri  dan  jiwaku  berjalan…terus  berjalan Menyusuri  detik demi  detik, menit  demi  menit, dari  jam  ke  jam Dengan  tugas  nan  maha 

Senjakala

Senjakala itu ketika matahari pelan-pelan meninggalkan hiruk pikuk manusia berlari-larian mengejar kereta pulang dengan penuh beban di pundaknya   Senjakala itu sewaktu matahari malu melihat perempuan-perempuan bergincu berjajar sepanjang jalan

RUAH  KEHIDUPAN

Disamping gua  Bunda  Maria Kujadikan  mezbah kemesraan  meditasiku Disitu  aku  dapat  menatap  Bunda, yang  berdiri  tegak  dalam  ketegaran Membagi  kasihnya Bunda  yang  hari  ini  diperingati  pestanya Dimuliakan, diangkat  kesurga Memeteraikan 

Kau dan Senja

Kau itu seperti senja datang sesaat, lalu pergi begitu saja tapi hadirmu selalu membawa keceriaan itulah kenapa aku dilanda kerinduan   Aku rindu lembut sorot matamu renyah senyum bibirmu rindu

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.