Cita-Cita dan Masa Depan

Terbaru469 Dilihat

Nama: Vania Amarilla Putri Arsanti

NIM: 21108

Kelas: IB

 

Setiap Manusia memiliki keyakinan dan kemampuan untuk melaksanakan cita-cita nya yang sudah dia rencanakan sejak jauh hari. Cita-cita sendiri bagi saya mempunyai arti suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, Cita-cita sendiri mempunyai arti yang berbeda bagi setiap orang, banyak yang beranggapan cita-cita adalah sebuah mimpi yang sangat sulit diraih, Jika ada yang menganggap cita-cita hanya mimpi belaka pastilah ada juga orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya, maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini.

Sejak kecil, jika ditanya cita cita, sayapun dengan lantang menjawab ‘Aku pengen jadi dokter’. Tetapi seiring berjalannya waktu dan usia yang sudah semakin dewasa ini, ada beberapa factor yang membuat saya berfikir ‘Duh, bisa ga ya’ dan hal itupun yang membuat saya ragu. Saya menganggap keraguan seperti ini adalah hal yang wajar karena  saya paham, semakin bertambahnya usia, dan semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh maka semakin dewasa juga pola pikirnya, arti cita-cita dan masa depan sudah berbeda dengan apa yang dipahami dulu, sekarang cita-cita adalah sebuah masa depan yang akan diraih tidak harus dokter, guru, polisi, tentara maupun astronot. Cita-cita kita sekarang pastilah tujuan hidup kita nantinya, akan menjadi seperti apa kita setelah apa yang kita lakukan saat ini, meski terdengar berbeda, namun, untuk mencapai masa depan, kita tetap saja membutuhkan usaha, motivasi, serta faktor material dan finansial yang mendukung.

Karena adanya keraguan tersebut, bisa dibilang saya menjadi pribadi yang labil dalam menentukan masa depan. Sayapun juga bingung Ketika pendaftaran SNMPTN nanti, apa jurusan yang harus saya ambil. Sampai akhirnya pada saat mendekati pendaftaran SNMPTN pun saya seringkali menyempatkan waktu untuk konseling ke guru BK untuk mendapatkan saran jurusan yang menurutnya cocok dengan kepribadian saya selama yang dia perhatikan disekolah dan dari cerita cerita yang saya ceritakan ke dia. Akhirnya guru sayapun menyarankan untuk mengambil jurusan Ilmu Komunikasi, karena dia melihat kepribadian saya yang mudah bergaul dan senang sekali berbicara dengan orang lain, yang baru dikenal maupun yang sudah lama dikenal.

Setelah saran tersebut saya dapatkan, saya lalu berunding dengan kedua orang tua saya. Ternyata orang tua saya tidak mengizinkan, karena mereka ingin saya tetap mewujudkan cita cita saya pada saat kecil yaitu menjadi dokter. Setelah itu, saya menjelaskan kepada mereka faktor factor yang membuat saya ragu untuk mengambil jurusan kedokteran. Akhirnya merekapun mengerti dan meredakan egonya, lalu mereka membebaskan saya untuk mencari jurusan apa saja.

Kebetulan saya memiliki nilai akademik yang lumayan bagus sehingga sayapun mendapatkan kuota untuk masuk dalam SNMPTN. Saya mendaftarkan diri di UPN Veteran Jakarta dan Universitas Padjajaran dengan jurusan Ilmu komunikasi di kedua universitas tersebut. Sayang sekali takdir tuhan berkata lain, saya tidak lolos di dua Universitas tersebut. Tetapi setelah kejadian itu saya berfikir tuhan memang menakdirkan saya untuk mewujudkan cita cita saya, walaupun tidak menjadi dokter, setidaknya saya menjadi perawat yang sama sama berkecimpung didunia Kesehatan dan kelak pasti bisa membantu orang banyak terutama keluarga saya sendiri.

Akhirnya setelah semua struggle yang ada, saya memutuskan untuk mendaftar kuliah di AKPER POLRI, dan mendapat dukungan dari semua keluarga saya. Sayapun melakukan tes tulis untuk masuk ke AKPER POLRI ini. Alhamdullilah saya bisa lolos dan menjadi mahasiswa di AKPER POLRI ini. Saya senang sekali karna cita cita yang menurut saya dulu sangat susah untuk diraih, sekarang sudah di depan mata. Ya walaupun tidak menjadi seorang dokter, setidaknya saya bisa merawat orang lain dan juga pastinya keluarga saya nanti.

“Masa depan Kita, karir Kita, serta kehidupan Kiat adalah yang Kita kerjakan hari ini.”

maksud dari nasehat ini adalah bahwa masa depan kita adalah potensi yang kita miliki saat ini,jadi misalnya sekarang kita punya potensi satu langkah lebih besar dari orang lain, maka itulah masa depan kita. Dengan bahasa yang lebih sederhana dapat saya artikan bahwa masa depan itu adalah kelanjutan, indikasi atau dampak dari masa sekarang.

Dari paparan yang panjang di atas disimpulkan bahwa cita-cita dan masa depan yang akan kita raih saling bertautan, saling mendukung dan saling memberikan andil dalam pencapaian tujuan hidup kita, cita-cita bisa berperan  sebagai penyemangat karena semua tujuan hidup berawal dari angan-angan dan mimpi yang harus kita wujudkan, walaupun mimpi itu sangat sulit untuk diraih jadikanlah mimpi tersebut menjadi acuan sehingga kita tidak bingung dalam menentukan tujuan hidup. Janganlah berhenti bermimpi, jangan biarkan cita-citamu hancur, tetaplah gantung cita-citamu setinggi angkasa. Sedangkan masa depan kita adalah masa sekarang, seperti yang dijelaskan diatas juga bahwa masa depan kita adalah kelanjutan dari apa yang kita lakukan di masa sekarang, jangan sia-siakan waktumu sekarang atau masa depanmu akan tersia-siakan. Jangan pernah berfikir masa depan akan mengikuti arus hidup kita, karena bukan masa depan yang akan membawa kita tapi kitalah yang membawa masa depan tersebut.

Tinggalkan Balasan