
Rindu
Tung Widut
Rindu hati membeku diantara keramain ibu kota
Bergeming tanpa sungkem pangkuan bunda
Merana tersekat corona
Siap menghujam menghunus pedang kematian
Biarkan rindu bertapa
Berwujud selaksa doa
Berbaur dengan wajah pada cermin
Berkaca seberapa jumlah dosa
Kesabaran kali ini benar di jaga
Menguji diri kelelahan jiwa
Bertahan dan terus bertahan
Bukan lupakan tradisi
Karena ini masa pandemi













