
Oleh-Oleh Khas Pasuruan yang Hadir di Tengah Kesibukan
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
Blog: https://wijayalabs.com
Kalau Anda suatu hari berkesempatan menginjakkan kaki di Kota Pasuruan, satu hal yang jangan sampai dilewatkan: mencicipi dan membawa pulang oleh-oleh khas daerah ini. Tapi siapa sangka, kunjungan saya kali ini ke Pasuruan justru membuat saya tidak sempat membeli oleh-oleh. Kesibukan pekerjaan menuntut waktu dan tenaga saya nyaris tanpa jeda. Laporan harus diselesaikan, kegiatan harus diikuti, dan waktu seakan berlomba dengan agenda yang terus berderet.
Saya menginap di Hotel Horison Pasuruan, sebuah penginapan nyaman yang menjadi tempat rehat kami selama kegiatan. Sayangnya, dari dalam hotel, saya hanya bisa membayangkan nikmatnya bipang jangkar—oleh-oleh khas Pasuruan yang terkenal itu. Biasanya, bipang ini bisa dipesan dengan mudah lewat situs https://www.oleholehpasuruan.com, atau bahkan lewat GoFood. Tapi karena waktu yang sangat terbatas, niat itu pun hanya menjadi wacana.
Ketika sedang tenggelam dalam tumpukan laporan dan revisi materi, tiba-tiba ponsel jadul saya berdering. “Omjay, kami tunggu di bawah,” ujar Pak Amin dengan suara ramahnya. Sontak saya terbangun dari kesibukan dan segera mengajak tim dari Kemdikbud untuk turun ke lobby hotel.
Ternyata, kawan-kawan pengurus PGRI Kota Pasuruan telah menunggu kami. Senyum hangat mereka menyambut, dan tanpa banyak basa-basi, kami langsung diajak makan malam di Rumah Makan Sakinah yang konon rawon dan sate Komonya terkenal luar biasa lezat. Bahkan, sup buntut sapi di sana juga menjadi salah satu menu andalan yang tidak boleh dilewatkan.
Perjalanan menuju rumah makan dipenuhi canda dan cerita. Malam itu Pasuruan terasa hangat, bukan hanya karena minuman jeruk jahe yang kami nikmati, tapi karena sambutan yang begitu bersahabat dari sahabat-sahabat PGRI setempat. Saya sempat membuat video singkat di sana yang bisa Anda tonton di kanal YouTube saya: https://YouTube.com/wijayalabs. Bagi yang belum subscribe, yuk bantu klik subscribe dan like-nya ya, Bapak Ibu!
Usai makan malam yang nikmat, kami diajak jalan-jalan santai di sekitar alun-alun Kota Pasuruan. Malam itu, suasana kota terasa damai. Lampu-lampu menerangi trotoar, anak-anak kecil bermain di pelataran, dan angin malam berembus lembut. Kegiatan sederhana ini justru menjadi momen yang sangat berkesan. Di tengah padatnya kegiatan dan laporan yang tak kunjung habis, Allah SWT menghadirkan jeda yang indah.
Saat kembali ke hotel, kejutan lain menanti. Sebelum berpamitan, Pak Amin dan rekan-rekan PGRI Kota Pasuruan memberikan kami oleh-oleh khas Pasuruan. Saya tersenyum haru. Ternyata meski saya tak sempat membeli, oleh-oleh itu justru datang sendiri, dibawakan oleh tangan-tangan yang penuh ketulusan.
Bipang jangkar, pia Pasuruan, keripik tempe, dan aneka makanan kecil khas daerah ini menjadi kenangan manis yang kami bawa pulang. Tapi lebih dari itu, keramahan dan persahabatan dari para guru Pasuruan adalah oleh-oleh yang jauh lebih berharga.
Terima kasih Mas Amin dan kawan-kawan. Semoga rezeki kalian terus bertambah dan silaturahmi ini terus terjalin indah. Karena dalam perjalanan hidup, yang paling dikenang bukan hanya tempatnya, tapi juga orang-orang baik yang kita temui di sepanjang jalan.
Salam Blogger Persahabatan,
Omjay
Guru Blogger Indonesia
https://wijayalabs.com
https://YouTube.com/wijayalabs










