Foto Lama di Bandung, Kenangan Manis Sebelum Menikah
Kisah Omjay

Ada foto-foto lama yang mungkin sudah mulai pudar warnanya, tetapi tidak pernah pudar kenangannya.
Foto ini salah satunya.
Foto lama Omjay bersama calon istri dan bapak ibu mertua di Bandung. Saat itu, kami masih berada dalam masa-masa pacaran. Belum menjadi suami istri. Belum memiliki rumah tangga seperti sekarang.
Tahun itu 1998.
Bandung menjadi salah satu saksi perjalanan cinta kami.
Kalau melihat foto ini sekarang, rasanya ingin tersenyum sendiri. Wajah masih terlihat muda. Rambut masih berbeda. Pakaian pun sederhana. Namun ada sesuatu yang tidak pernah berubah, yaitu kebahagiaan ketika bisa berkumpul bersama orang-orang yang kita sayangi.
Di foto ini, Omjay duduk bersama calon istri dan kedua calon mertua.
Waktu itu tentu banyak hal yang belum kami ketahui tentang masa depan.
Kami belum tahu seperti apa kehidupan setelah menikah.
Belum tahu tantangan apa yang akan datang.
Belum tahu berapa banyak suka dan duka yang harus dilewati bersama.
Yang kami tahu saat itu hanyalah satu hal: kami ingin melangkah bersama.
Masa pacaran memang selalu punya cerita tersendiri.
Ada rasa bahagia ketika bertemu. Ada rasa rindu ketika berjauhan. Ada obrolan panjang tentang masa depan. Ada pula kekhawatiran kecil, apakah hubungan ini benar-benar akan sampai ke pelaminan.
Alhamdulillah, Allah memberikan jalan.
Perjalanan dari masa pacaran menuju pernikahan akhirnya sampai juga pada sebuah hari penting dalam kehidupan kami.
8 Maret 1998.
Hari ketika kami mengikat janji untuk membangun rumah tangga.
Jika hari ini melihat foto tersebut, Omjay seperti sedang melihat sebuah halaman lama dalam buku kehidupan.
Halaman itu mungkin sudah lama berlalu.
Tetapi kisahnya tetap hidup.
Ada bapak dan ibu mertua yang menjadi bagian penting dalam perjalanan keluarga kami. Ada istri yang dahulu masih menjadi teman pacaran, kemudian menjadi pendamping hidup. Dan ada Omjay yang saat itu tentu belum membayangkan perjalanan panjang yang akan dilalui setelah menikah.
Kini waktu sudah berjalan begitu jauh.
Anak-anak telah tumbuh dewasa.
Keluarga semakin bertambah.
Bahkan sudah hadir generasi berikutnya yang membuat rumah semakin ramai dan penuh cerita.
Begitulah kehidupan.
Kita sering terlalu sibuk mengejar hari esok sampai lupa bahwa hari ini suatu saat akan menjadi kenangan.
Foto lama mengingatkan kita untuk berhenti sejenak.
Melihat ke belakang.
Mengingat orang-orang yang pernah hadir dalam perjalanan hidup.
Mengucapkan syukur karena pernah melewati begitu banyak cerita bersama.
Bandung pada tahun 1998 mungkin sudah berubah.
Tempat-tempat yang pernah kami kunjungi mungkin juga sudah berbeda.
Tetapi kenangan tentang masa-masa pacaran sebelum menikah tetap tersimpan rapi di dalam hati.
Foto boleh memudar, tetapi cinta dan kenangan tidak harus ikut pudar.
Terima kasih Bandung.
Terima kasih untuk masa lalu.
Terima kasih untuk bapak dan ibu mertua yang dahulu menerima Omjay sebagai bagian dari keluarga.
Dan tentu saja, terima kasih untuk istriku yang telah menemani perjalanan panjang ini.
Dari sebuah masa pacaran sederhana di Bandung, Allah mempertemukan kami dengan perjalanan kehidupan yang begitu panjang.
Hari ini, ketika foto lama itu kembali ditemukan, Omjay hanya bisa berkata:
“Alhamdulillah, ternyata perjalanan cinta yang sederhana bisa menjadi kisah kehidupan yang luar biasa.”
Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
— Wijaya Kusumah (Omjay)











