LOmba OTN 8 dan Semnas OTN Tinggal 28 Hari Lagi, Sudahkah Anda Mendaftar?

DR. WIJAYA KUSUMAH, M.PD

guru6 Dilihat

28 Hari Menuju OTN 8: Dari Perjuangan Panitia untuk Prestasi Anak Negeri

Oleh: Wijaya Kusumah ketua kogtik PGRI

Waktu ternyata berjalan begitu cepat. Hari ini, 1 Oktober 2026, ketika saya menuliskan kisah ini, pelaksanaan Olimpiade TIK dan Informatika ke-8 (OTN 8) tinggal 28 hari lagi. Insyaallah, OTN 8 akan dilaksanakan di JICC Senayan, Jakarta, pada 29 Oktober sampai 1 November 2026 sebagai bagian dari rangkaian Main Event Indocomtech 2026.

Bagi sebagian orang, 28 hari mungkin terasa masih cukup panjang. Namun bagi panitia, 28 hari adalah waktu yang sangat berharga. Setiap hari ada pekerjaan yang harus diselesaikan, setiap informasi harus dipastikan, setiap peserta harus dilayani, setiap cabang lomba harus dipersiapkan, dan setiap narasumber serta mitra harus terus dikomunikasikan.

Saya bersyukur karena sampai hari ini persiapan OTN 8 terus bergerak. Banyak tangan bekerja, banyak pikiran dicurahkan, dan banyak doa dipanjatkan agar kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia.

Semnas OTN 8: Menghadirkan Tokoh-Tokoh Inspiratif

Salah satu bagian penting dalam rangkaian OTN 8 adalah Seminar Nasional OTN 8 yang akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2026 mulai pukul 13.00 WIB.

Kami berharap seminar nasional ini tidak hanya menjadi acara pembukaan, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi guru, orang tua, siswa, dan masyarakat umum untuk memahami perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, coding, pendidikan, dan masa depan anak-anak Indonesia.

Beberapa narasumber yang telah kami hubungi antara lain Prof. Eko Indrajit dan Pak Dedi Dwitagama. Kami juga telah menghubungi Kepala Puspresnas Kemendikdasmen serta pihak Epson Indonesia untuk turut mengisi rangkaian acara Semnas OTN 8.

Pak Simon Simarmata juga terus bergerak menghubungi dan berkoordinasi dengan para narasumber. Saya melihat sendiri bahwa sebuah kegiatan besar tidak pernah berdiri karena kerja satu orang. Ia lahir dari kerja bersama.

Karena itu, kami berharap guru, orang tua, siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat ikut hadir dalam Seminar Nasional OTN 8. Target kami adalah 100 peserta. Bukan semata-mata mengejar angka 100, tetapi ingin menciptakan sebuah ruang pertemuan yang mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Saya membayangkan, di ruangan seminar nanti akan hadir guru yang sedang mencari inspirasi, orang tua yang ingin memahami masa depan pendidikan anaknya, siswa yang sedang menemukan cita-citanya, dan para praktisi teknologi yang ingin berbagi pengalaman.

Semoga dari pertemuan itu lahir gagasan-gagasan baru.

Lima Cabang Lomba OTN 8 Semakin Siap

Selain Semnas, lima cabang lomba OTN 8 juga terus dipersiapkan oleh para penanggung jawab masing-masing.

Pak Ramly mempersiapkan lomba E-Sport Mobile Legends dengan penuh perhatian. E-Sport bukan sekadar bermain gim. Jika dikelola dengan baik, kompetisi dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar strategi, kerja sama tim, komunikasi, disiplin, dan sportivitas.

Pak Ratno mempersiapkan lomba robotik. Kami berharap cabang ini semakin banyak diminati siswa. Robotik bukan hanya tentang membuat robot bergerak, tetapi juga melatih logika, kreativitas, pemecahan masalah, ketekunan, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Ibu Maria mempersiapkan lomba coding membuat game. Saya sangat berharap banyak siswa SD, SMP, SMA, dan SMK berani mencoba. Tidak harus langsung menjadi programmer hebat. Yang paling penting adalah berani mulai membuat sesuatu.

Sementara itu, Pak Rohandi mempersiapkan lomba film pendek. Melalui film, siswa dapat belajar bercerita, bekerja sama, menggunakan teknologi, menyampaikan pesan, dan melihat persoalan di sekitarnya dengan cara yang kreatif.

Kemudian Pak Asep telah mempersiapkan soal-soal Lomba Cerdas Cermat OTN untuk seluruh jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Terima kasih kepada seluruh penanggung jawab lomba yang terus bekerja di balik layar. Nama mereka mungkin tidak selalu terlihat oleh peserta, tetapi pekerjaan mereka sangat menentukan keberhasilan OTN 8.

Dua Sponsor yang Mendukung OTN 8

Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada dua sponsor yang siap mendukung OTN 8, yaitu Epson Indonesia dan Euro Management.

Dukungan tersebut hadir dalam bentuk barang maupun beasiswa.

Bagi kami, dukungan sponsor bukan hanya soal nilai materi. Lebih dari itu, dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan bahwa kegiatan pendidikan seperti OTN layak diperjuangkan.

Kami ingin agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Anak yang selama ini hanya dikenal sebagai siswa di kelas, mungkin saja ternyata memiliki kemampuan luar biasa dalam coding, robotik, film, cerdas cermat, atau e-sport.

Kompetisi dapat menjadi pintu untuk menemukan potensi itu.

Pendaftaran Sudah Dibuka

Informasi dan pendaftaran peserta OTN 8 telah dipublikasikan melalui beberapa kanal, antara lain website resmi KOGTIK.com, GurupenggerakIndonesia.id, dan blog WijayaLabs.com.

Kami juga berharap website OTN.or.id yang dikelola oleh Ibu Lilis Juwita dapat segera diperbarui sehingga informasi OTN 8 semakin mudah ditemukan masyarakat.

Kami ingin informasi tentang OTN 8 sampai ke sekolah-sekolah, guru, orang tua, dan siswa di berbagai daerah.

Jangan sampai ada anak yang sebenarnya memiliki potensi, tetapi tidak mengetahui bahwa ada kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.

Karena itu, saya mengajak para guru untuk menyampaikan informasi OTN 8 kepada siswa. Saya juga mengajak orang tua untuk mendukung anak-anaknya mengikuti kegiatan positif yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Tidak semua anak harus menjadi juara.

Tetapi setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk mencoba.

Ada Sebuah Perjuangan yang Tidak Boleh Dilupakan

Di balik persiapan OTN 8 tahun ini, ada sebuah kisah yang sangat personal bagi saya.

Tahun lalu, proses kurasi Puspresnas sempat mengalami kendala setelah ketua kami, Pak Bambang, meninggal dunia karena serangan jantung.

Kehilangan beliau tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi kami.

Pada masa yang hampir bersamaan, saya sendiri juga mengalami ujian kesehatan berupa serangan stroke. Kondisi tersebut membuat saya harus menjalani proses pemulihan dan tidak dapat bekerja seperti biasanya.

Namun kegiatan harus tetap berjalan.

Pekerjaan yang belum selesai harus diteruskan. Proses kurasi yang sempat terhenti harus dilanjutkan. Dalam keadaan seperti itu, Pak Rohandi dan Pak Ratno ikut mengambil peran untuk meneruskan proses yang ada.

Di sinilah saya semakin memahami bahwa sebuah organisasi bukan dibangun oleh satu orang.

Ketika satu orang tidak mampu melanjutkan tugasnya, harus ada orang lain yang bersedia meneruskan perjuangan.

Itulah arti sebuah tim.

Itulah arti kebersamaan.

Dan itulah alasan mengapa saya selalu percaya bahwa kegiatan pendidikan harus dibangun dengan hati.

OTN Bukan Sekadar Perlombaan

Bagi saya, OTN bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara pertama.

OTN adalah tentang keberanian seorang anak untuk mencoba.

Ada siswa yang mungkin selama ini pendiam di kelas, tetapi sangat kreatif ketika membuat game. Ada siswa yang senang membongkar dan merakit sesuatu, lalu menemukan kegembiraan ketika mengikuti robotik. Ada siswa yang memiliki kemampuan berpikir cepat dan tepat ketika mengikuti cerdas cermat.

Ada pula anak yang mungkin setiap hari bermain gim dan kemudian belajar bahwa bermain secara sehat juga membutuhkan strategi, komunikasi, kerja sama, dan sportivitas.

Ada anak yang senang membuat video dan bercerita. Melalui lomba film pendek, ia menemukan bahwa teknologi dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang baik.

Itulah yang ingin kami bangun melalui OTN.

Teknologi bukan hanya untuk dikonsumsi. Teknologi harus dipelajari, digunakan, dan diciptakan.

Harapan agar OTN 8 Masuk Jalur Prestasi

Salah satu harapan besar kami tahun ini adalah agar OTN 8 dapat terkurasi oleh Puspresnas Kemendikdasmen, sehingga ke depan dapat menjadi bagian dari jalur prestasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Kami menyadari bahwa proses kurasi bukanlah sesuatu yang sederhana. Ada berbagai persyaratan dan proses yang harus dipenuhi.

Karena itu, kami berusaha mempersiapkan OTN 8 dengan lebih baik.

Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Kami memperbaiki administrasi. Kami memperkuat pelaksanaan lomba. Kami menyiapkan soal dan sistem kompetisi. Kami membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Semua dilakukan agar OTN 8 dapat menjadi kegiatan yang kredibel, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta.

Kami tidak ingin anak-anak datang hanya untuk menerima sertifikat.

Kami ingin mereka pulang membawa pengalaman.

Membawa keberanian.

Membawa persahabatan.

Dan mungkin membawa sebuah mimpi baru.

28 Hari Lagi, Mari Kita Bergerak Bersama

Kini tinggal 28 hari.

Saya membayangkan tanggal 29 Oktober nanti, ketika pintu JICC Senayan dibuka dan anak-anak dari berbagai sekolah mulai berdatangan.

Ada yang datang bersama orang tua.

Ada yang datang bersama guru.

Ada yang datang bersama teman-temannya.

Mungkin ada yang terlihat percaya diri. Mungkin ada pula yang gugup.

Tetapi semuanya memiliki satu kesamaan: mereka datang untuk belajar dan mencoba.

Bagi saya, pemandangan seperti itu jauh lebih berharga daripada sekadar melihat jumlah peserta yang banyak.

Sebab di balik setiap peserta ada harapan orang tua.

Di balik setiap guru pendamping ada bentuk dukungan.

Dan di balik setiap anak yang berani mengikuti lomba, ada sebuah mimpi yang sedang diperjuangkan.

Karena itu, saya mengajak siswa SD, SMP, SMA, dan SMK di seluruh Indonesia untuk ikut OTN 8.

Saya mengajak para guru untuk memberikan kesempatan kepada siswanya.

Saya mengajak orang tua untuk mendukung anak-anaknya.

Dan saya mengajak masyarakat untuk ikut menjadi bagian dari gerakan pendidikan berbasis teknologi ini.

OTN 8 bukan hanya milik panitia. OTN 8 adalah ruang bersama untuk anak-anak Indonesia.

Mari kita jadikan JICC Senayan pada 29 Oktober–1 November 2026 sebagai tempat bertemunya anak-anak hebat, guru-guru hebat, orang tua hebat, dan para penggerak pendidikan yang memiliki satu harapan: melihat generasi muda Indonesia tumbuh menjadi manusia yang kreatif, berkarakter, mampu menggunakan teknologi, dan siap menghadapi masa depan.

Terima kasih kepada seluruh panitia, para PJ lomba, narasumber, sponsor, sekolah, guru, orang tua, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan.

Terima kasih kepada Pak Simon Simarmata, Pak Ramly, Pak Ratno, Ibu Maria, Pak Rohandi, Pak Asep, Ibu Lilis Juwita, serta seluruh tim yang bekerja dalam diam tetapi memberikan kontribusi yang sangat berarti.

Perjalanan menuju OTN 8 masih 28 hari.

Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Masih ada informasi yang harus disebarkan.

Masih ada peserta yang harus diajak.

Dan masih ada doa yang harus dipanjatkan.

Semoga perjuangan kecil ini menjadi bagian dari perjalanan besar pendidikan Indonesia.

Sampai bertemu di JICC Senayan, Jakarta.

29 Oktober–1 November 2026.

OTN 8.

Mari berkompetisi dengan sehat, belajar dengan gembira, berkarya dengan hati, dan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk meraih masa depan.

Menang itu membanggakan. Tetapi berani mencoba adalah kemenangan pertama.

Salam pendidikan.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah
Omjay Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Tinggalkan Balasan