Mengikuti Pembukaan ICANN87 di Bali, Omjay Belajar tentang Masa Depan Internet Dunia
Sebuah kisah perjalanan Omjay, Guru Blogger Indonesia, menghadiri Annual General Meeting ICANN87 di Bali yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid
Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)
Alhamdulillah, ada pengalaman berharga yang kembali Omjay rasakan dalam perjalanan hidup sebagai guru, penulis, dan pegiat literasi digital. Kali ini, Omjay mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pembukaan ICANN87 Annual General Meeting di Bali, Indonesia. Sebuah pertemuan internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan internet dari berbagai negara untuk membicarakan masa depan internet dunia.
Bagi Omjay, kesempatan ini bukan sekadar menghadiri acara resmi di sebuah hotel berbintang di Pulau Dewata. Ada banyak pelajaran yang bisa dibawa pulang, terutama tentang bagaimana internet yang setiap hari kita gunakan ternyata membutuhkan kerja sama, aturan, kepercayaan, dan tanggung jawab banyak pihak.
Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, Omjay merasa beruntung bisa menyaksikan langsung sebuah forum internasional yang membahas tata kelola internet. Selama ini, Omjay mengajarkan kepada murid-murid tentang jaringan komputer, internet, keamanan digital, dan kecerdasan artifisial. Kini, Omjay berkesempatan melihat lebih dekat bagaimana komunitas internet dunia membangun dan menjaga ekosistem digital yang kita gunakan bersama.
Pembukaan ICANN87 yang Berkesan
Suasana ruangan terasa istimewa. Layar besar menampilkan identitas ICANN87 Annual General Meeting dengan latar pemandangan alam Bali yang indah. Para peserta dari berbagai negara memenuhi ruangan. Mereka datang dengan latar belakang, pengalaman, dan keahlian yang berbeda-beda, tetapi memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjaga agar internet terus berkembang dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dunia.
Acara pembukaan menjadi momen penting dalam rangkaian pertemuan tersebut. Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, hadir untuk memberikan sambutan. Kehadirannya menunjukkan perhatian Indonesia terhadap perkembangan teknologi digital dan pentingnya keterlibatan dalam tata kelola internet global.
Omjay menyimak kegiatan tersebut dengan penuh perhatian. Ada kebanggaan tersendiri ketika Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan internasional yang mempertemukan komunitas internet dari berbagai penjuru dunia.
Bali bukan hanya dikenal karena pantai, budaya, dan keindahan alamnya. Melalui ICANN87, Bali juga menjadi tempat bertemunya gagasan tentang masa depan internet, sebuah teknologi yang telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan membangun hubungan lintas negara.
Bagi Omjay, pengalaman ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak bisa dilepaskan dari kerja sama manusia. Internet memang menghubungkan perangkat, tetapi orang-orang di baliknya yang membangun kepercayaan dan menentukan bagaimana teknologi itu digunakan.
Internet Bukan Sekadar Membuka Google
Sebagai guru Informatika, Omjay sering mengajak murid-murid memahami bahwa internet bukan sekadar membuka Google, menonton YouTube, bermain gim daring, atau mengakses media sosial.
Di balik layar ponsel dan komputer, ada infrastruktur yang sangat kompleks. Ada jaringan komunikasi, pusat data, sistem penamaan domain, alamat IP, dan berbagai organisasi yang bekerja sama agar miliaran perangkat dapat saling terhubung.
Salah satu organisasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah ICANN, singkatan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Organisasi ini berperan dalam koordinasi sistem pengenal unik internet, termasuk sistem nama domain dan parameter penting yang membantu perangkat serta layanan internet menemukan tujuan yang tepat.
Bayangkan ketika kita mengetik alamat sebuah situs di peramban. Kita berharap situs tersebut terbuka dalam hitungan detik. Kita jarang memikirkan proses yang berlangsung di belakangnya.
Padahal, sistem DNS atau Domain Name System membantu menerjemahkan nama domain yang mudah diingat manusia menjadi informasi yang diperlukan untuk menemukan alamat internet tujuan. Tanpa sistem yang terkoordinasi dengan baik, pengalaman menggunakan internet bisa menjadi jauh lebih rumit.
Melalui kegiatan ICANN87, Omjay semakin menyadari bahwa internet yang terlihat sederhana bagi pengguna sebenarnya dibangun melalui kerja sama teknis dan kelembagaan yang melibatkan banyak pihak.
Pelajaran ini penting untuk dibagikan kepada murid-murid di sekolah. Mereka tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu memahami cara kerja teknologi, risiko yang menyertainya, dan tanggung jawab sebagai warga digital.
Mengapa Tata Kelola Internet Penting?
Salah satu hal yang menarik dari ICANN adalah pendekatan multistakeholder atau multipemangku kepentingan. Dalam tata kelola internet, berbagai pihak memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai peran dan keahliannya.
Pihak-pihak tersebut dapat mencakup pemerintah, pelaku industri, komunitas teknis, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta pengguna internet. Mereka membawa kepentingan dan sudut pandang yang berbeda, sehingga dialog dan kolaborasi menjadi sangat penting.
Internet melintasi batas negara. Sebuah layanan digital dapat dikembangkan di satu negara, menggunakan infrastruktur di negara lain, dan diakses oleh pengguna di seluruh dunia. Karena itu, persoalan internet tidak selalu bisa diselesaikan oleh satu lembaga atau satu negara saja.
Kita membutuhkan kerja sama agar sistem internet tetap stabil, aman, dan dapat diakses. Kita juga perlu memastikan bahwa perkembangan teknologi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, bukan hanya bagi kelompok tertentu.
Bagi Omjay, inilah salah satu pelajaran penting dari pertemuan internasional seperti ICANN87: kemajuan digital membutuhkan keterbukaan untuk berdialog, kesediaan mendengarkan perbedaan, dan komitmen untuk mencari solusi bersama.
Nilai-nilai tersebut juga sangat relevan dengan dunia pendidikan. Di kelas, guru dan murid perlu belajar berdiskusi, menghargai pendapat, memeriksa informasi, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang benar.
Mendengar Pengalaman Para Tokoh Internet Dunia
Dalam rangkaian pembukaan yang Omjay saksikan, beberapa tokoh dan perwakilan komunitas internet menyampaikan sambutan melalui panggung maupun layar besar.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah penyampaian penghargaan kepada individu yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi komunitas internet. Pada layar, ditampilkan penjelasan mengenai penghargaan yang berkaitan dengan kontribusi terhadap tata kelola internet dan pengembangan kapasitas komunitas.
Nama Hartmut Glaser juga disebut dalam pengumuman penghargaan terkait pengembangan kapasitas. Dalam kesempatan yang sama, nama Dr. Tarek Kamel muncul dalam penjelasan mengenai penghargaan yang mengakui kontribusi terhadap partisipasi dalam ekosistem tata kelola internet dengan pendekatan multistakeholder.
Momen seperti ini mengingatkan Omjay bahwa perkembangan internet tidak terjadi dalam semalam. Ada orang-orang yang telah mengabdikan waktu, tenaga, pengetahuan, dan pengalamannya untuk membangun komunitas serta memperkuat kerja sama.
Di bidang pendidikan pun demikian. Perubahan besar sering kali berawal dari kerja kecil yang dilakukan secara konsisten. Seorang guru yang mengajar dengan sungguh-sungguh, seorang penulis yang berbagi pengetahuan, atau seorang pegiat komunitas yang membuka ruang belajar dapat memberikan dampak yang jauh melampaui dirinya sendiri.
Omjay percaya, ilmu yang bermanfaat akan terus hidup ketika dibagikan kepada orang lain.
Indonesia dan Tantangan Konektivitas Digital
Sambutan dalam kegiatan tersebut juga mengingatkan kita pada tantangan konektivitas di Indonesia. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menyediakan akses internet yang merata.
Konektivitas bukan hanya persoalan memasang jaringan. Konektivitas juga berkaitan dengan kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan usaha, mengakses layanan publik, dan mendapatkan informasi yang dapat dipercaya.
Bagi masyarakat di wilayah perkotaan, internet cepat mungkin sudah menjadi bagian biasa dari kehidupan sehari-hari. Namun, bagi masyarakat di wilayah terpencil, akses yang terbatas masih dapat menjadi hambatan untuk belajar dan berkembang.
Sebagai seorang guru, Omjay memandang pemerataan akses digital sebagai persoalan pendidikan yang sangat penting. Murid-murid perlu memperoleh kesempatan yang adil untuk mengenal teknologi, belajar coding, memahami kecerdasan artifisial, dan mengembangkan kreativitas.
Namun, akses saja belum cukup. Kita juga membutuhkan literasi digital, kecakapan berpikir kritis, dan kesadaran menjaga keamanan data pribadi.
Seseorang yang memiliki akses internet tetapi tidak mampu membedakan informasi benar dan palsu tetap berisiko menjadi korban penipuan digital. Sebaliknya, seseorang yang memiliki pengetahuan dan sikap kritis akan lebih siap menggunakan teknologi secara bijaksana.
Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur digital perlu berjalan seiring dengan penguatan pendidikan dan literasi digital.
Pelajaran untuk Guru Informatika dan Generasi Muda
Mengikuti pembukaan ICANN87 membuat Omjay memikirkan kembali materi yang selama ini diajarkan kepada murid-murid di SMP Labschool Jakarta.
Ketika membahas jaringan komputer dan internet, guru dapat mengajak murid memahami bagaimana nama domain bekerja, mengapa alamat IP diperlukan, serta bagaimana perangkat dapat saling berkomunikasi melalui jaringan.
Ketika membahas keamanan digital, murid perlu belajar bahwa tidak semua situs yang terlihat meyakinkan dapat dipercaya. Mereka harus memeriksa alamat situs, berhati-hati terhadap tautan mencurigakan, menggunakan kata sandi yang kuat, dan tidak sembarangan memberikan kode OTP atau informasi pribadi.
Ketika membahas kecerdasan artifisial, murid perlu memahami bahwa teknologi dapat membantu manusia bekerja dan belajar, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kejujuran, dan empati tetap menjadi bagian penting dari pendidikan.
Lebih jauh lagi, pengalaman mengikuti forum internasional ini membuka wawasan bahwa teknologi tidak berdiri sendiri. Ada kebijakan, standar, tata kelola, dan kerja sama yang ikut menentukan bagaimana teknologi berkembang.
Omjay ingin murid-murid Indonesia tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mahir menggunakan perangkat digital, tetapi juga memahami tanggung jawab di balik penggunaannya.
Siapa tahu, di antara murid yang hari ini belajar Informatika di kelas, kelak ada yang menjadi insinyur jaringan, peneliti keamanan siber, pengembang teknologi, ahli tata kelola internet, atau pemimpin organisasi digital dunia.
Mimpi itu bukan sesuatu yang mustahil jika pendidikan memberi mereka kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Menulis agar Pengalaman Tidak Hilang
Ada satu kebiasaan yang selalu Omjay jaga, yaitu menulis pengalaman dan pelajaran yang diperoleh dalam perjalanan hidup.
Bagi Omjay, menghadiri sebuah kegiatan internasional akan terasa kurang lengkap jika pengalaman tersebut hanya disimpan dalam ingatan. Foto-foto yang diambil di lokasi memang penting sebagai dokumentasi, tetapi tulisan dapat memberikan makna yang lebih panjang.
Melalui blog, Kompasiana, dan berbagai ruang berbagi pengetahuan, Omjay berusaha menceritakan kembali apa yang dilihat, didengar, dan dipelajari. Harapannya sederhana: pengalaman pribadi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi orang lain.
Tidak semua guru memiliki kesempatan menghadiri pertemuan internasional seperti ICANN87. Namun, setiap guru memiliki pengalaman berharga yang bisa dituliskan dan dibagikan.
Guru dapat menulis tentang pengalaman mengajar, perjuangan murid, pemanfaatan teknologi di sekolah, tantangan pembelajaran, atau perubahan yang terjadi akibat perkembangan kecerdasan artifisial.
Menulis bukan hanya soal merangkai kata. Menulis adalah cara mengolah pengalaman menjadi pengetahuan dan mengubah pengetahuan menjadi manfaat.
Omjay selalu percaya bahwa tulisan yang baik tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mengajak pembaca berpikir dan melakukan sesuatu yang lebih baik.
Pulang Membawa Wawasan Baru
Mengikuti pembukaan ICANN87 Annual General Meeting di Bali menjadi pengalaman yang berharga bagi Omjay. Di ruangan itu, Omjay melihat bagaimana isu internet dibahas dalam lingkup internasional, bagaimana para pemangku kepentingan bertemu, dan bagaimana kerja sama menjadi bagian penting dari perkembangan dunia digital.
Omjay datang sebagai guru Informatika, penulis, dan pegiat literasi digital dari Indonesia. Omjay ingin terus belajar agar ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada murid, rekan guru, dan masyarakat luas.
Pengalaman ini juga mengingatkan Omjay bahwa menjadi guru berarti menjadi pembelajar sepanjang hayat. Dunia terus berubah. Teknologi terus berkembang. Tantangan pendidikan pun semakin beragam.
Karena itu, guru tidak boleh berhenti belajar. Guru perlu membaca, berdiskusi, mengikuti perkembangan teknologi, dan berani mencoba pendekatan baru tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Internet dapat menghubungkan manusia dari berbagai negara. Namun, hubungan itu akan menjadi lebih bermakna jika dibangun di atas kepercayaan, tanggung jawab, dan semangat saling belajar.
Dari Bali, Omjay membawa pulang sebuah keyakinan: masa depan internet bukan hanya urusan para ahli teknologi. Masa depan internet juga berkaitan dengan pendidikan, literasi, keamanan, dan kesempatan bagi setiap orang untuk berkembang.
Semoga pengalaman mengikuti ICANN87 ini menjadi tambahan bekal bagi Omjay untuk terus mengajar, menulis, dan menginspirasi.
Sebab, bagi seorang guru, perjalanan terbaik bukan hanya perjalanan menuju tempat baru, melainkan perjalanan untuk memperoleh ilmu baru dan membagikannya kepada orang lain.
Salam Blogger Persahabatan.
Menulislah dengan hati, bukan sekadar mengikuti teknologi. Sebab, teknologi dapat membantu kita berkarya, tetapi hati dan pengalaman manusialah yang memberi makna pada setiap tulisan.
Wijaya Kusumah (Omjay) – Guru Blogger Indonesia, Guru Informatika SMP Labschool Jakarta.










