Konsisten, satu kata yang diartikan sebagai persetujuan dengan diri sendiri untuk melakukan sesuatu terus-menerus. Seseorang akan konsisten melakukan sesuatu manakala ia telah sepakat dengan dirinya untuk melakukannya, terlepas dari apapun kendala dan rintangannya. Ketidakkonsistenan muncul ketika kerikil-kerikil kecil hadir menyapa aktifitas kita. Tidak adanya waktu, sibuk, banyaknya tugas, capek atau tidak mood adalah kerikil-kerikil kecil pengganggu konsistensi.
Kunci Kesuksesan Menulis

Kegiatan menulis tidak terlepas dari hadirnya kerikil-kerikil kecil. Namun prinsip yang seorang penulis harus pegang adalah NO TURNING BACK. Baiknya tidak kembali pada sirene, “Ah, susah menulis, ide tidak muncul, tulisan kurang layak dibaca.” Mari mengingat masa lalu awal percobaan kita menulis. Kita cenderung berpikir tentang mekanisme atau tata cara penulisan. Katakanlah aturan seperti ejaan, tanda baca, awal paragraf, penulisan hurup kapital, dsbnya. Jika ini selalu terngiang di pikiran Anda dalam memulai proses menulis, maka yakinlah Anda akan selalu mendapat bisikan, “inilah cara yang benar dan inilah cara yang salah untuk menulis.” Wah, tentunya menimbulkan kerumitan, bukan?
Benar dan salah, keduanya adalah bumbu dalam menulis. Mereka akan saling melengkapi dan mengingatkan. Sehingga, yang benar-benar perlu Anda perhatikan adalah konsistensi. Pilihlah satu gaya/cara/metode dan terapkan di seluruh proses kegiatan menulis naskah Anda. Jika Anda lebih senang menghabiskan waktu menulis setiap subuh, maka lakukanlah itu sesering mungkin, minimal 5 hari dalam seminggu. Konsistensi menulis dari manajemen waktu sangatlah penting. Waktu akan menjadi pendorong untuk berbuat.
Konsisten menulis tidak semata publish dan cetak, jauh di dalamnya konsisten menulis berarti mendokumentasikan pengalaman, ide, pikiran dan ilmu pengetahuan yang dimiliki menuju usia selama bumi ada.
Mengapa konsistensi itu penting?
YPTD dan KMAA adalah singkatan populer dunia menulis sekarang. Dua singkatan yang kita terima dengan senang hati untuk dijadikan tema, judul, topik, tag tulisan, dan menjadi salah satu bagian naskah tulisan kita. Mengapa demikian? Karena adanya konsistensi untuk terlibat dan menggunakannya. Menulis di YPTD akan memberi keuntungan besar untuk konsisten dalam menulis dengan gaya/cara/metode kita.
Jika seorang penulis memilih sebuah metode dan menaatinya, ia akan membuat segalanya lebih mudah bagi pribadinya. Misalnya, jika ia memutuskan dari awal untuk menulis semua akronim tanpa titik, maka ia tidak perlu berhenti untuk membuat keputusan tentang titik setiap kali ia menulis akronim. Jika ia menulis di website YPTD, maka secara otomatis ia akan menerbitkan buku dengan ikhlas ketika konsistensinya terjaga.
Tantangan Konsistensi Menulis
Menulis butuh tantangan, sama halnya dengan konsistensi. Ketika Anda memiliki konten naskah di banyak tempat yang berbeda, seperti di laptop, PC, flash disk, paper, web, blog, email, cloud, drive, dll, itu bisa menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi dalam menulis. Ragama tulisan yang bervariasi dari satu media ke media lainnya, atau bahkan dari halaman ke halaman, dapat tampak menggelegar dan tidak profesional bagi pembaca. Misalnya, gaya penulisan Anda harus tetap konsisten melalui situs web, blog, media sosial dan media lain apa pun yang mungkin terpakai.
Konsistensi penting untuk menyatukan semua konten tulisan. Contohnya, penulis di website YPTD sangat beragam. Mulai dari penulis pemula hingga profesional. Tentu naskah yang terbuat bervariasi sesuai gaya penulisnya. Jika kita membaca sepintas, setiap judul tulisan tidak ada hubungan satu sama lain. Konten tulisan secara keseluruhan tampak terputus-putus bagi pembaca. Namun, ini adalah karya dari konsistensi penulis untuk memberi konten bagi pembaca sekaligus untuk mengenal YPTD lebih jauh dan lebih baik.
Jadi, konsisten menulis tidak berarti seorang penulis berdiri sendiri saja menulis. Kolaborasi penulis YPTD adalah warna lain dari konsisten menulis. Memiliki banyak penulis bisa menjadi keuntungan besar dalam hal kuantitas dan kualitas naskah, tetapi ini membutuhkan panduan gaya, cara dan metode yang sesuai pada setiap penulis untuk praktik terbaik bagi setiap penulis.













