Aku Yanu. Aku sekarang kelas sembilan SMPLB. Aku tunangrahita. Tubuhku tinggi besar. Lebih ke gendut sih. Haha.
Aku dulu pernah bersekolah di TK. Aku lupa-lupa ingat di TK mana. Aku selalu diantar ibuku. Kalau bapak, ia bekerja di Kota.
Setelah TK, aku bersekolah di SD umum. Tidak lama sih. Mungkin hanya beberapa minggu. Atau hanya beberapa hari saja. Karena.. Aku kedapatan sering memukul temanku.
Akhirnya aku dipindahkan ke SLB deket rumahku. Aku hanya manut saja. Toh aku tidak paham itu sekolah seperti apa. Apakah sama dengan SD?
Pada awal-awal masuk di SLB deket rumahku, aku masih anteng. Belum berulah. Hingga akhirnya tanpa dapat ku kendalikan, aku memukul muka teman perempuan saat jam istirahat.
“Bu, Yanu ngantem Sari..”.
Maman mengadukanku kepada bu guruku. Aku saat itu dipegang oleh teman-teman laki-laki yang lebih besar dari aku. Saat itu tubuhku masih kecil. Hehe.
Singkat kata, akhirnya aku ditanya-tanya oleh guru-guruku. Aku hanya diam. Tak satu katapun keluar dari mulutku.
“Ayo Yanu.. Kamu minta maaf kepada Sari..”, kata bu Kus kepadaku.
Apakah aku melakukannya? Tentu saja tidak. Aku merasa tidak sengaja. Tanganku tiba-tiba saja gatel. Sinyal tubuhku mengatakan untuk memukul Sari, temanku.
Bapak ibu guru semua menasehatiku. Aku tetap diam. Mukaku merah. Aku tidak tahu apa-apa.
Akhirnya kisah itu menguap begitu saja. Semua berjalan normal seperti biasanya. Tapi aku merasa mulai diawasi juga oleh guru-guruku.
Dan guru-guruku mulai hafal dengan kelakuanku. Kalau teman-teman tiba-tiba berteriak “Yanuuu…”, secara otomatis guru-guruku “menyidangku”.
Tapi jelas, lagi-lagi sikapku seperti biasanya. Tidak menjawab. Tidak mau ngomong. Dan tidak mau minta maaf.
Sebenarnya aku mulai menyadari kalau sikapku ini memang menjengkelkan. Tiba-tiba memukul teman tanpa alasan. Tidak mau minta maaf.
Hingga akhirnya sekarang aku semakin besar, kelakuanku mulai berkurang. Sudah jarang ada yang mengadukanku ke guru-guruku.







