Ibadah Haji, Ketika Diperjalankan,….

Haji/Umroh, Terbaru, YPTD254 Dilihat

  • Pertemuan, Jodoh, Rezeki dan Maut adalah takdir anak manusia. Kisah nyata pertemuan dengan Tuam Palengah di depan Ka’bah adalah suatu peristiwa keajaiban.

Kisah nyata ini terjadi pada Musim Haji tahun 1994.   Ketika itu awak ditugaskan menjadi anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia oleh Departeman Kesehatan.   Sebelum berangkat ke tanah suci  mendapat amanah untuk mendampingi Datuk Binjai atau lebih dikenal Tuan Palengah .

Amanah itu disampaikan oleh 3 Putri Tuan Palengah : Upik Farida, Upik Faria dan Upik Yus.   Tugas Mamak Thamrin Dahlan

” Menemani Ayahanda  ketika berada di tanah suci”

Awak  berangkat dalam gelombang haji pertama mengawal satu kloter bersama seprang Kel;ua Kloter dan 2 orang petugas kesehatan.   Rombongan berjumlah 500 jamaah berasal dari Jakarta langung menuju Madinah.  Setelah menunaikan shalat sunnah Arbain 40 waktu atau selama 8 hari  di Masjid Nabawi, rombongan menuju kota suci Makkah Al Mukarammah.

Setiba di Masjidil Haram kami melaksanakan ibadah umrah sembari menunggu prosesi Ibadah Haji. Awak teringat amanah 3  putri Tuan Palengah namun  lupa menanyakan,  beliau berada dalam Kelompok Terbang (kloter) berapa.  Hanya paham Tuan Palengah termasuk dalam  gelombang kedua ibadah haji.

Gelombang kedua diatur oleh Kementrian Agama berangkat ke Mekah terlebih dahulu untuk menunaikan Ibadah Haji,  baru kemudian ziarah ke maqam Rasulullah di Madinah.

Karena  tidak mengetahui dimana Maktab  Datuk Binjai tempat menginap , awak bingung bagaimana cara menemui Beliau.  Seperti biasa jamaah haji yang berhimpun menjelang prosesi Arafah berjumlah jutaan orang.
Kota Suci Makkah sangat ramai, setiap waktu Masjidil Haram dipenuhi jamaah dari manca negara.   Dalam keadaan demikian sangat sulit mencari sanak saudaro apalagi tempat menginap jamaah Indonesia bertebaran di radius 2-5 Km di sekitar Kota Makkah.

Satu satu nya tempat agar bisa bertemu dengan Datuk Binjai  yaitu Masjid.  Namun pintu masjid sangat banyak,  jamaah datang dari seluruh penjuru angin.  Dalam kondisi seperti itu awak  hanya berharap kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan Tuan Palengah (dalam silsilah keluarga besar Petokayo masih  dalam kekerabatan sepupu) .

Dalam keseharian selama di tanah suci tugas awak mengontrol kondisi kesehatan jamaah sekloter serta memberikan bantuan kepada jamaah sakit. Beserta  jamaah  sehat melaksanakan ibadah Shalat Fardhu ke Masjid Haram.  Semangat Ibadah jamaah luar biasa bukan karena pahala shalat di depan Ka’bah berganda 100.000 kali dibanding shalat sendiri namun suasana hati memang seakan dekat sekali kepada Illahi.

Setelah melaksanakan tawaf sunah sebagai pengganti Shalat Tahyatul  Masjid awak memilih posisi dzikir di depan Ka’bah persis di depan Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah). Berdoa  khusyu mohon keselamatan dunia kaherat untuk keluarga besar Peto Kayo  Haji Dahlan bin Affan dan Ibunda Hajjah Kamsiah binti Sutan Mahmud .

Salah satu doa itu bermohon dengan sangat dan penuh harap agar dipertemukan dengan saudara bernama Sutan Palengah bergelar Datuk Binjai.  Awak sedikit resah karena ibadah haji  tidak lama hanya  beberapa hari kedepan usai ketika tiba waktu  berangkat ke Arafah. Namun belum jup basuo Tuan Palengah.

Tiba tiba ditengah berdoa, hati awak bergetar entah karena apa. Segera saya mendongakkan kepala memandang keagungan Ka’bah. Seketika itu juga terlihat beberapa syaf didepan diantara sesaknya jamaah,  dua orang Indonesia bersarung berkopiah hoitam sedang berjalan bergegas. Awak terpana hati saya berdetak, Masya Allah bukankah itu saudaraku Tuan Palengah.

Serta merta awak  berdiri, sedikit berlari melampaui beberapa jamaah didepan,  mengejar dua orang jamaah Indonesia itu. Segera saya sapa dari arah belakang,
“Tuan, Tuan  Tuan Palengah,….  ”
Subhanallah ternyata benar beliau saudaraku Datuk Binjai.  Kami berpelukan di depan Kabah sembari sesugukan menangis.  Ada rasa haru menghujam di hati ini.  Akhirnya doa di kabulkan Allah SWT, semata dengan izin NYA kami dipertemukan di tempat suci.
Inilah salah satu keajaiban nan awak alami selama melaksanakan ibadah haji yang  tidak akan terlupakan.

Kami masih bersama di Mekkah selama 7 hari.  Setiap berangkat Shalat, terutama shalat subuh awak  menghampiri Datuk Binjai di maktabnya.  Kebetulan maktab awak  berada di kawasan Sulaimaniyyah, jadi ketika menuju Masjidil Haram melewati Maktab Tuan yang ada didekat Masjid Kucing atau Masjid Buchari.

Tidak lupa pula awak mengajak Tuan Palengah berkomunikasi dengan Putri Putri 3 Upik di Jakarta.  Tahun 1994  belum ada handphone.  Kami menggunakan fasilitas telepon antar negara. Allah Akbar Betapa gembira  Upik Farida dan Upik Varia ketika mendengar secara langsung suara Ayahanda dari Tanah Suci.

Alhamdulillah  Amanah sudah ditunaikan,  Betapa kebahagiaan kepada diri sendiri dan kerabat Peto Kayo dari  Ranah Minang Kabau Lubuk Jantan Lintau Batu Sangkar Tanah Datar Sumatera Barat. .

Setelah Prosesi Haji, Awak  dan Tuan Palengah silaturahim dengan Uni Hj. Husna Dahlan.  Bundo kanduang Petokayo menunaikan Ibadah Haji fasilitas  ONH Plus Kafilah Maktour.   Jadilah kami ikutan menikmati makan nan lamak bana hotel bintang 5 serta fasilitas kenyamaman lainnya.

Ketika waktu berpisah telah tiba, saling mendoakan semoga dipertemukan kembali di tanah air.  Datuk Binjai melanjutkan perjalanan menuju Kota Rasullullah Nabi Muhammad SAW ke Madinah sedangkan rombongan kami siap siap berkemas koper menuju Jakarta Indonesia.

Hari Selasa, 4 Mei 2015 saya bersilaturahim ke Haji Taufik di kediaman di Jalan Sutan Agung Manggarai Jakarta Selatan. Bersama kemenakan ambo Saudagar Pasar Cijantung Khatib Muslim kami memohon doa kepada Pak Haji.
Ketika itu usia beliau menginjak hitungan 101 tahun.  Subhanllah masih sehat walafiat.  Muka jernih bersinar.  Setiap lima hari khatam Al Qur’an.  Awak bersaksi Haji Taufik Ismail Kekasih Allah SWT yang mungkin sudah sangat langka.  Dalam usia sepuh masih istiqomah beribadah.  Insha Allah doa doa Haji Taufik diijabah Allah  dalam kerendahan hati  dan keikhlasannya.  Beliau memanggil awak dengan sebutan Haji Siddik.

Demikianlah cerita ketika akan berpisah di Makkah tahun 1994 itu, kami saling menambah nama mengharapkan keberkahan. Berdasarkan budi baik  seorang Tuan Arab di Maktab maka Tuan Palengah Datuk Binjai diberi tambahan nama Haji Taufik sedangkan Haji Thamrin Dahlan Bin Dahlan Ibnu Affan mendapatkan tambahan nama :  Haji Siddieq.

Secara statistik probabilitas atau kemungkinan dua orang bertemu di kota suci seramai Makkah sangat kecil sekali.  Bisa jadi  satu berbanding sejuta kemungkinan bersua itu karena begitu banyaknya jamaah, dan begitu panjang  pula waktu ibadah serta luasnya area kota Makkah.

Seorang saudara dari Padang bercerita bahwa dia tidak bisa berjumpa  dengan kerabat dekat sewaktu menunaikan ibadah haji Padahal mereka tinggal di satu maktab. Ketika di cari ke alamat hotel tidak bersua, saudaranya sedang ke Masjid, demikian pula ketika saudaranya bertamu ke hotel , kerabatnya sedang berbelanja oleh oleh.  Demikanlah seterusnya sampai mereka pulang ke kampung.  Jadi tanpa seizin Allah SWT perjumpaan itu mustahil terjadi.

Oleh karena itu hanya atas  Redha Allah SWT kemungkinan atau teori  probabilitas bisa di patahkan.  Artinya dengan kekuasaan Allah SWT setelah manusia  berdoa maka segala sesuatu nan tidak mungkin ternyata mudah saja bagi Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kun  Faya Kun.

Alhamdulillah Ka’bah menjadi saksi abadi perjumpaan Awak  dengan  Ulama Sufi Haji Taufik Datuk Binjai, Semoga pertemuan dua saudara sepupu ini menjadi saksi pula nanti di akherat, Amin

Semakin menambah keyakinan bahwa sesungguhnya Ibadah Haji  dan Umroh Umat Islam Diperjalankan Allah SWT.  Wajib ada niat kuat, bedoa dan berupaya sehingga niat terwujud. Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi”

Alhamdulillah setelah menunaikan Ibadah Haji 1994, awak tahun 1998  mendapat Tugas sebagai Kelua Rombongan (Karom) Jamaah Haji  Badan Pengeloa Ibadah Haji Mabes Polri. tahun 2003 Bersama Istri Hj Enida Busir menunaikan Ibadah haji kafilah Mabes Polri.

Tahun 2017 Umroh bersama Uni Husna Dahlan Notaris Bogor. Bergabung Pula Adinda M Yahya Dahlan dan Istri Ibu Nuriani Palembang dan sepepu Ibu Bidan Darna Darwis dari jambi. Kemudia Tahun 2022 paska Covid bersama Istri diberangkatkan Umroh Kafila Haiula Mabrur bersama Purnawirawan Kesehatan Polri..  Manusia berusaha dan berdoa Allah SWT mem perjalankan.

Menelisik pertemuan ajaib dipelataran Ka’bah diyakini  bukan lah satu kebetulan semata namun  perjumpaan itu telah ditadirkan sesuai yang tertulis di Lauh Mahfuzd. Bukankah jodoh, maut , rezeki dan pertemuan itu adalah takdir anak manusia yang telah ditetapkan ketika Ruh ditiupkan di rahim Ibunda setelah janin berusia  120 hari.

Setiap anak manusia  mempunyai takdir masing masing dan takdir itulah misteri yang akan kita buka hari demi hari sebagai lembaran kehidupan.  Alangkah indahnya ketika membuka misteri takdir itu anak manusia dalam suasana iman dan taqwa yang sebenarnya taqwa sehingga apapun yang terjadi mereka mampu  menghadapi dalam keadaan tenang .  Sesungguhnya  semuanya akan kembalikan kepada Nya.

  • Amin ya Rabb
  • Dzulka’dah
  • Haji Siddiq

Tinggalkan Balasan