Kopi sachet saat ini bisa dijumpai di mana saja karena para penjual sudah banyak beredar hingga pelosok-pelosok gang dan perumahan. Pada hari Minggu pagi dimana ada momen Car Free Day, para penjual kopi sachet juga sudah siap menyeduh kopi bagi mereka yang ingin menghangatkan tubuh di pagi hari yang dingin.
Kopi sachet bisa dijumpai di manapun dengan berbagai merk domestik. Praktis penyajiannya, sobek dan seduh dengan air panas. Sejauh ini kopi sachet dengan merk lokal atau domestik lebih digemari sedangkan merk luar negeri belum dikenal masyarakat kita.
Ada beberapa merek kopi sachet impor yang bagus antara lain Maxim (dari Korea), Old Town White Coffee (Malaysia). Selain itu, beberapa produk dari merek internasional seperti Nescafe (Swiss) juga memiliki varian sachet impor yang bisa menjadi pilihan.
Namun masyarakat kita kebanyakan lebih mengenal kopi sachet Kapal Api, Torabika, Luwak White Koffie, Top Coffee, Kopi ABC. Nama-nama tersebut lebih akrab bagi masyarakat penggemar kopi di Indonesia.
Di antara merk-merk tersebut Kapal Api adalah merk yang sangat dikenal masyarakat dengan kopi hitam baik dalam bentuk sachet atau dalam bentuk bubuk dalam kemasan besar.
Varian kopi yang ditawarkan juga ada jenis kopi sachet tanpa gula yang sangat digemari bagi mereka yang benar-benar ingin menikmati kopi asli selain menghindari gula.
Minum kopi hitam pahit karena tanpa gula sering dianggap lebih sehat dibandingkan kopi manis. Selain rendah kalori, kopi hitam juga mengandung beragam zat seperti antioksidan bermanfaat dalam bentuk asam hidrosinamat dan polifenol.
Menurut Healthline (13/1/25), menyebutkan bahwa kandungan antioksidan di dalamnya membantu menetralkan radikal bebas dan menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, serta diabetes tipe 2.
Selain itu, dengan rutin minum kopi pahit dapat menjaga suasana hati, membantu pengaturan berat badan, dan memperkuat daya ingat. Namun, meski banyak manfaatnya, terlalu sering mengonsumsi kopi pahit juga bisa menimbulkan efek samping bagi kesehatan.
Hal inilah yang patut kita waspadai bagaimana efek samping akibat terlalu berlebihan mengonsumsi kopi hitam kegemaran kita. Artinya ada batas aman sebanyak berapa cangkir minum kopi hitam tetapi aman bagi kesehatan.
Inilah batas aman minum kopi pahit yang dikonsumsi setiap hari? Menurut Food and Drug Administration (FDA), orang dewasa sehat dapat mengonsumsi hingga 400 miligram kafein per hari, jumlah tersebut setara dengan sekitar enam sendok makan bubuk kopi.
Biasanya menyeduh 2-3 sendok makan kopi hitam bubuk setiap cangkirnya. Jika sehari minum dua cangkir maka total sudah memenuhi kriteria aman yaitu 6 sendok makan kopi bubuk atau setara dengan 400 mg Kafein.
Sementara itu bagi ibu hamil dan menyusui, batas kafein lebih rendah, yakni sekitar 200 miligram per hari. Sementara itu, orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu, seperti obat jantung, pil KB, atau antibiotik sebaiknya membatasi asupan kafein.
Berikut ini adalah beberapa efek karena kebanyakan minum kopi pahit setiap hari lebih dari takaran yang dizinkan. Meskipun manfaat kopi hitam memang lebih banyak dibandingkan risikonya, tetapi konsumsi kafein berlebih tetap tidak baik bagi tubuh.
Simak ini adalah beberapa efek karena kebanyakan minum kopi pahit yang perlu diketahui sebagai upaya menahan minum kopi tidak berlebihan dalam menjaga kesehatan tubuh.
Gangguan pencernaan. Kita ketahui bahwa kopi hitam bersifat asam terutama kopi Arabika jauh lebih asam darti kopi Robusta. Oleh sebab itu kopi hitam dapat membuat iritasi lapisan lambung.
Bagi sebagian orang yang peka jika diminum saat perut kosong maka sangat membahayakan lambung. Efek langsungnya bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dalam perut, mulas, atau terjadi kondisi berbahaya seperti refluks asam yang menimbulkan rasa panas di tenggorokan.
Detak jantung tidak teratur. Kandungan Kafein dalam kopi diketahui dapat meningkatkan detak jantung dan menyebabkan irama jantung tidak teratur, yang dikenal dengan istilah fibrilasi atrium.
Jika kita bisa merasakan ada perubahan detak jantung yang semakin kencang setelah minum kopi, maka sebaiknya kurangi konsumsi kafein dan konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter untuk memastikan kondisi jantung tetap sehat.
Kecemasan dan rasa gugup. Menurut para Ahli diketahui bahwa Kafein bekerja dengan memblokir adenosin, zat kimia di otak yang membuat kita merasa mengantuk serta merangsang pelepasan adrenalin, hormon yang meningkatkan energi dan kewaspadaan.
Namun, jika kafein dikonsumsi secara berlebihan, maka efek ini malah bisa fatal yaitu menimbulkan kecemasan, gugup, atau perasaan gelisah.
Bagi orang-orang tertentu yang sensitif terhadap zat kafein bahkan bisa merasakan langsung efek ini meskipun hanya mengonsumsi kopi hitam dalam jumlah sedikit.
Gejala ketergantungan. Jika kita minum kopi setiap hari dalam jumlah banyak, maka hal tersebut membuat tubuh bisa membangun toleransi terhadap kafein terus menerus. Akibatnya, kita akan memerlukan minum lebih banyak kopi hitam untuk mendapatkan efek stimulan yang sama.
Faktor ketergantungan pada kafein sudah terbentuk dan semakin peka. Ketika tiba-tiba berhenti atau mengurangi konsumsi kopi, maka kita mungkin mengalami gejala seperti sakit kepala dan kelelahan. Kondisi ini menandakan adanya ketergantungan fisik terhadap kafein akibat asupan kopi hitam yang berlebihan.
Gangguan tidur. Dari berbagai sumber informasi diketahui bahwa Kafein dalam kopi memiliki waktu paruh sekitar lima jam, artinya zat ini bisa tetap berada di tubuh hingga 10 jam setelah dikonsumsi.
Jika kita minum kopi pada sore atau malam hari, maka kemungkinan besar kafein akan mengganggu kualitas tidur sesuai dengan waktu paruh kafein dalam tubuh kita. Akibatnya pada malam tersebut kita menjadi sulit tidur atau tidak tidur nyenyak.
Gangguan tidur ini dapat berdampak pada kualitas kesehatan kita karena menyebabkan menurunnya energi, perubahan suasana hati, kesulitan berkonsentrasi, hingga melemahnya sistem imun tubuh.
Semoga bermanfaat.
Salam sehat dan bahagia @hensa17.







