Tiga Kopiah Beda Asal Daerah

YPTD11 Dilihat

DATUK THAMRIN DAHLAN BERSAMA 3 CUCU

Tiga Kopiah Beda Asal Daerah

 

Di ruang keluarga yang sederhana namun penuh kehangatan, Datuk Thamrin Dahlan duduk berdampingan dengan tiga cucu kesayangan.

Senyum yang merekah dan isyarat jempol yang terangkat menjadi lambang kebahagiaan sebuah keluarga yang menjunjung tinggi kasih sayang, pendidikan, dan kebersamaan.

Momen di abadi kan pada Kamis, 25 Juni 2025 di BHP ini menjadi kenangan berharga lintas generasi. Bersamaan pula dengan Hari Raya Anak Yatim 10 Muharram 1448 Hijriah.

Tiga cucu tampil dengan identitas budaya yang berbeda. Zafran mengenakan peci Aceh yang melambangkan religiusitas dan keteguhan nilai. Kopiah Aceh hadiah dari sedulur Irjen Pol (P) Prof. Dr. Eko Indra Heri,  SIK, M.H, sahabat literasi sesama Purnawirawan Polri.

Alzam memakai tanjak adat Palembang yang mencerminkan kebesaran budaya Sriwijaya. Tanjak hadiah dari sedulur H Muzakir Zaini ketika reuni Akper Mei 2026.

Sementara Azka mengenakan Kopiah Madinah sebagai simbol keramahan dan semangat persaudaraan masyarakat Umat Islam. Hadiah dari keluarga Almarhun Haji Alex Zakaria tetangga sebelah rumah BHP.

Perbedaan itu berpadu indah dalam satu bingkai keluarga Indonesia.

Selain mencintai budaya Nusantara, ketiganya memiliki kegemaran yang sama, yaitu sepak bola. Mereka berlatih dan mengembangkan bakat di Klub Maesa Cijantung Jakarta Timur.

Dari lapangan hijau, mereka belajar disiplin, kerja keras, sportivitas, serta arti penting kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Latar Gelora Bung Karno pada poster menjadi simbol cita-cita dan harapan. Stadion kebanggaan bangsa itu mengingatkan bahwa setiap anak berhak bermimpi setinggi langit.

Dengan latihan yang tekun, semangat yang kuat, dan doa keluarga yang selalu menyertai, bukan mustahil suatu hari mereka melangkah di arena yang lebih besar membawa nama keluarga, sekolah, dan bangsa.

Bagi Datuk Thamrin Dahlan, kebahagiaan di usia senja bukanlah tentang harta atau kedudukan, melainkan menyaksikan tumbuh kembang cucu-cucu yang sehat, berakhlak, mencintai budaya, dan berprestasi.

Tiga cucu, tiga budaya, satu keluarga, satu Indonesia. Warisan adat adalah kebanggaan, sedangkan persatuan adalah kekuatan yang akan terus dijaga sepanjang masa.

Salam Keluaraga Bahagia
Bhp 25 Juni 2026
Thamrin Dahlan

Tinggalkan Balasan