Setelah selesai membuat sarapan untuk keluarga, mengambil waktu untuk menulis di salah satu website yang hampir 3 bulan ini rutin mengisinya, sebelum mengerjakan pekerjaan lain sebagai Ratu rumah tangga, sungguh berita lewat telepon yang disampaikan Suami membuat air mata ini menetes. Belum juga empat puluh hari kepulangan Ayanda tercinta yang divonis karena Covid-19, hari ini belum juga empat puluh hari kepergiannya, satu lagi ahli keluarga juga meninggal karena Covid-19. Pasca melahirkan dua minggu yang lalu, belum puas si bayi menyusu kepada Ibunya, si Ibu sudah dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa.
Tidak ada pirasat apa – apa, hanya mendengar kabar setelah seminggu melahirkan keponakan sebelah suami bersama suami dan anaknya yang nomor dua dinyatakan positip covid- 19. Karena berlainan daerah kami hanya menerima berita via komunikasi telepon dari adik kandung suami, hanya doa yang dapat kami kirimkan semoga cepat sembuh seperti keluarga lain yang juga dinyatakan terkena virus covid-19 alhamdulillah dinyatakan sembuh.
Sungguh berita pagi ini, masih lewat via komunikasi telepon sungguh membuat luka yang belum sembuh mengangga kembali, sudah dua ahli keluarga rengut karena covid-19. Hanya ikhlas yang harus dipertebal, siapa kita yang mepertanyakan ketentuan-Nya hanya bisa merelakan mereka pergi dan tenang di sana, maaf kami tak bisa melihat dirimu anandan hanya doa teriring dengan kepergianmu.***








