Keliling Oxfort Rekreasi dan Menimba Ilmu
Para pembaca yang budiman, apakah yang ada dibenak kita jika mendengar kata Oxford ? Tentu bayangan kita langsung kepada “ Pendidikan “ ya, memang Oxford merupakan kota Pendidikan tertua dan terkenal di England.

Kotanya kecil dan kampusnyapun menyebar, tidak seperti Cambrigde yang lokasi kampusnya tersendiri dan tertata rapi. Bangunan di Oxford kebanyakan bangunan yang tua mungkin usianya lebih dari seratus tahun, itu kalau saya bandingkan dengan bangunan biara kami yang juga sudah 100 lebih.
Perjalanan kami mulai pagi, ketika kami tiba di Oxford pada pukul 08.00. Kami keliling kota dengan naik bus tingkat yang terbuka tak beratap, dengan earphone dimasing-masing tempat duduk kami mendengarkan sejarah Kota Oxford dan gedung dan tempat penting yang kami lalui.
Ini cara yang paling jitu untuk mengenal sejarah suatu Kota di England, yaitu dengan naik Tour Bus keliling kota. Sesudah itu baru kami turun disuatu tempat dan melihat dari dekat dengan berjalan kaki.
Oxford merupakan kota yang sangat terkenal dengan sebutan kota pelajar, sebagaimana hal nya Yogya di Indonesia. merupakan kota kecil yang berada di Inggris. Oxford, yang telah berusia ratusan tahun, karena telah dibangun sejak abad 11 atau 12.
Oxford semakin terkenal karena telah menghasilkan tokoh-tokoh kaliber dunia seperti Margaret Thatcher, Theresa May, David Cameron, dan sebagainya. Kota Oxford berlokasi sekitar 200 km dari London, dan dialiri Sungai Thames.

Kalau dari Kettering 1jam 30 menit naik bus. Menuju ke Oxford dengan melewati pemandangan yang bagus sepanjang perjalanan. Kota Oxford merupakan salah satu kota yang multi etnik. Hal ini dimungkinkan karena banyaknya mahasiswa internasional yang saat ini sedang belajar di Universitas Oxford.
Daya tarik Oxford karena memiliki museum tertua di Inggris, yaitu Ashmolean Museum of Art and Archaeology yang dibangun sejak tahun 1683. Oxford merupakan kota yang identik dengan kampus, yaitu University of Oxford, yang terbagi menjadi college-college yang tersebar di beberapa titik.
Kota Oxford memiliki sejumlah kampus, akademik, dan berpuluh-puluh sekolah tinggi lainnya. Kota Oxford didominasi oleh pelajar baik dari SMA hingga Program Doctoral.
Disini juga kami mengunjungi tempat Henry Neuwen, Seorang pastur yang menulis banyak buku rohani yang bermutu.. Kami keliling kota, pada umumnya orang Inggris ramah dalam menerima tamu / orang asing. Kami diperbolehkan memasukki kampus, bahkan ditunjukkan ruang-ruang utama di Universitas.
Karena letak Oxford cukup jauh bagi pelajar yang diluar kota, maka pihak University membuka College di pelbagai kota di England, seperti di Kettering tempat saya belajar. Bila nanti jika saatnya Ujian para pelajar mengikuti ujian di Universitas Induk. Seperti yang saya ikuti saya mengambil Bahasa Inggris secara Umum di Oxford College, dan Sastra Inggris di Trinity College ( di London ).
Hal seperti ini dikembangkan di Indonesia sebagai Universitas Terbuka. Yang menjadi keunggulan disini sarana untuk belajar sangat menunjang, perpustakaan meskipun di kota kecil sangat lengkap, Program TV, yang khusus untuk belajar yang memang sudah di programkan. Orang menjadi suka membaca, di tempat umum, di kereta api, di bus mereka selalu membaca buku, atau pekerjaan tangan, merenda, merajut,dll.

Christ Church College merupakan kampus terbesar di kota ini dan sangat terkenal, yang dibangun pada tahun 1524 oleh Cardinal Thomas Wolsey. Juga ada lukisan tua yang sangat terkenal yaitu “ Yesus mengetuk pintu “Oxford juga terkenal dengan tempat-tempat yang menjadi lokasi syuting film ‘Harry Potter’ seperti di perpustakaan Bodleian.
Merupakan perpustakaan tertua di dunia dengan arsitektur klasik yang luar biasa dan merupakan perpustakaan terbesar di Inggris setelah British Library. Di Kota Oxford juga terdapat semacam Giant Market yang menjual berbagai buah, sayuran, keju, dan aneka makanan lainnya.
Oxford disebut sebagai city of dreaming spires (kota menara-menara mimpi). Setiap kampus di kota Oxford memiliki taman-taman seluas 28 hektar dan terbuka untuk umum. Juga memiliki kebun dan tanaman-tanaman eksotik, lapangan olahraga dan kebun genetik, bahkan kebun eksperimen untuk penelitian.
Tentang perpustakaan Bodleian, memiliki keunikan seperti memiliki pintu masuk yang sudah dikategori-sasikan. Dua di antaranya adalah pintu masuk yang bertuliskan Schola Metaphysicae yang merupakan pintu masuk untuk koleksi buku science dan metafisika, serta Schola Logicae yang merupakan pintu masuk ke koleksi buku ilmu logika dan filsafat. Bagi pemengang Kartu Pelajar Oxford College tentu boleh masuk tempat ini, dan memang sungguh tertata rapi dan sangat tenang.
Di Perpustaan ini mempunyai koleksi buku sekitar 11 juta dari berbagai bidang ilmu dan setiap minggunya terdapat ribuan koleksi buku baru. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan sentral yang dilengkapi dengan buku, jurnal, dan hal-hal akademis lainnya.
Perpustakaan ini tidak hanya untuk kegiatan membaca ataupun meminjam buku, namun terdapat berbagai fasilitas, seperti kegiatan ekstra para pelajar, kegiatan seni komunitas-komunitas, kegiatan debat, dan sebagainya.
Pernahkah anda membaca atau mendegar kisah “Alice in Wonderland”, yang ditulis oleh Lewiss Caroll ?Kisahnya berawal di Oxford merupakan rumah dari Alice Liddell yang menginspirasi tokoh utama di buku Alice in Wonderland. Ayah Alice adalah Dekan Christ Church College.
Dan pengarang Alice in Wonderland adalah dosen Matematika dari universitas tersebut, yaitu. Pada zaman Perang Dunia II, Hitler berencana untuk menjadikan Oxford sebagai ibukota bila berhasil menjajah Inggris. Konon Oxford pernah menjadi Ibukota Inggris pada tahun 1642-1646.
Cerita lama kota Oxford
Pada tahun 1542 ditetapkan secara resmi sebagai kota, Oxford pertama kali dihuni pada masa Anglo-Saxon dan awalnya dikenal dengan nama “Oxenaforda”. Catatan sejarah pertama yang menyebut kota ini adalah Anglo-Saxon Chronicle yang terbit tahun 912. Nama Universitas Oxford sendiri pertama kali disebut pada abad ke-12.
Pada awal abad ke-20 Oxford mengalami perkembangan jumlah penduduk dan industri yang pesat, dan industri penerbitan dan percetakan telah terbentuk dengan baik pada tahun 1920-an.

Pada saat yang sama industri pembuatan mobil dimulai dan pada tahun 1970-an, sebelah barat telah menjadi kawasan permobilan sedangkan sebelah timur merupakan kawasan universitas. Saat ini di kawasan ini berkonsentrasi menjadi industri memproduksi mobil. Serta terkenal Cowley yang memproduksi BMW MINI.
Bagi para pencinta sepak bola tentu tahu bahwa Tytherington Rocks F.C. merupakan Salah satu klub sepak bola yang berasal dari Oxford. Nah inilah sekelumit cerita yang bisa saya rekam dari perjalanan 3 X ke Oxford, semoga dapat memberi wawasan bagi para pembaca yang budiman ***
Oleh Sr Maria Monika SND
Dari berbagai Sumber : Wawancara, Majalah, Brosur.
Artikel ke :11 YPTD








