Aktifitas yang semakin hari semakin banyak adalah rutinitas yang kadang membuat diri lupa akan banyak hal. Menikmati setiap aktifitas dengan semangat yang luar biasa, sehingga kadang lupa untuk menjeda.
Senyum yang selalu menemani seolah-olah menjadikan moodbooster tersendiri menjalankan setiap aktifitas. Tuntas dan hasil maksimal adalah targetnya. Tiada yang bisa menghentikan setiap target yang telah diinginkannya.
Sibuk dengan aktifitas membuat diri seolah-olah tidak butuh istirahat. Semua dilakukan dengan semangat yang membara. Tubuh sebenarnya sudah protes minta istirahat namun itu tidak digubris.
Semangat yang hadir, pekerjaan yang tuntas dan hasil yang bagus jika mau merenung sebentar itu semua oleh siapa? Yakin diri sendiri yang menjadikannya seperti itu? Atau memang diri sudah sempat bergumam kalau semua itu dikarenakan oleh diri sendiri? Astaghfirullahal’adziim
Sudahlah… jangan terlalu berambisi untuk selalu menjadi orang sibuk. Orang yang melakukan dengan maksimal dan juga tuntutan kesempurnaan menjadikan semua harus diatas rata-rata.
Menepilah sebentar… ajaklah bicara diri yang telah lama menemani perjalanan hidup. Tanyalah dari hati, apakah semua yang dilakukan benar-benar dari hati? Dan tanya juga apakah semua yang dilakukan hanya semata-mata karenaNya atau malah sebaliknya? Semua dilakukan karena ada apanya atau karena ada siapanya.
Disaat menepi sejenak, yakinlah akan ada jawaban atas semua pertanyaan. Diri akan menjawab dengan benar apa yang diinginkannya.
Disaat perasaan gundah menyapa, yakinlah Allah sedang memperhatikan diri. Tatapan rindu yang telah lama disiapkanNya untuk seorang hamba yang siap kembali kepadaNya.
Pertanyaannya adalah apakah diri benar-benar siap untuk bertemu denganNya? Apa yang telah dilakukan? Apakah bekal yang akan dibawa telah cukup? Sementara kesibukan akan dunia selalu menggerogoti diri tanpa ampun sedikitpun.
Jangan sampai diri lupa akan statusnya. Status sebagai seorang hamba yang hina dan kecil. Kembalilah Allah sedang menunggu. Jangan tunggu Allah cabut akar-akar dari sebuah kerinduan hanya dikarenakan kesibukan yang pelan-pelan mulai jauh denganNya.






