Unjuk Raga

Puisi, YPTD302 Dilihat

kalaulah unjuk rasa di omelin

bolehkah kami unjuk raga

karena hanya itulah daya terakhir

 

sebelum semua dilarang penguasa

juga pengusaha

unjuk raga tentu berpeluh

 

tenangkan tuan kami tak kan bicara

mulut tertutup plester

tak pula tuan repot

biar kami plester sendiri

berpeluh resiko kami semua

tak pula perlu memberi aqua

paling juga kami pingsan

 

dalam pantomim raga

ijinkan kami pentas di monas

depan istana

 

bunderan hi

pagar gedung dpr

dan kamera televisi

 

oh ya bukan soal kartu kuning

bukan sekali lagi bukan

kami tak punya pluit

karena bukan wasit

 

bukan juga polantas

kami hanya punya semprit

prit prit prit

 

unjuk raga

baris berbaris

di depan kelas

sebelum belajar

 

Salam Literasi

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan