
kalaulah unjuk rasa di omelin
bolehkah kami unjuk raga
karena hanya itulah daya terakhir
sebelum semua dilarang penguasa
juga pengusaha
unjuk raga tentu berpeluh
tenangkan tuan kami tak kan bicara
mulut tertutup plester
tak pula tuan repot
biar kami plester sendiri
berpeluh resiko kami semua
tak pula perlu memberi aqua
paling juga kami pingsan
dalam pantomim raga
ijinkan kami pentas di monas
depan istana
bunderan hi
pagar gedung dpr
dan kamera televisi
oh ya bukan soal kartu kuning
bukan sekali lagi bukan
kami tak punya pluit
karena bukan wasit
bukan juga polantas
kami hanya punya semprit
prit prit prit
unjuk raga
baris berbaris
di depan kelas
sebelum belajar
Salam Literasi














