Masih suka menulis tentang suasana pagi. Dari kejauhan terdengar suara murrotal Al Qur’an di putar. Hembusan angin yang terasa cukup menggerakkan dedaunan dan atap rumah tetangga yang terdengan hempasan-hempasannya.
Berdirinya bulu roma dikarenakan dingin selalu menyeruak masuk ke pori-pori. Sehingga membuat tubuh ingin selalu berada dibawah hangatnya selimut tebal.
Sebenarnya sebelum waktu subuh masuk. Ingin tilawah sebanyak-banyaknya atau muraja’ah hafalan yang ada. Tetapi rasa malas selalu jadi penghalang. Karena niat yang belum begitu kuat akan selalu kalah dengan rasa malas yang mendominasi.
Tetapi yang namanya rasa malas harus dilawan dan ditaklukkan dengan cepat karena kalau dibiarkan akan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak baik.
Istighfar yang banyak bisa menaklukkan rasa malas yang menghadang. Astaghfirullahal’adziim…diucapkan berkali-kali, puluhan kali, ratusan kali bahkan ribuan kali akan membuat rasa malas pergi dan tentunya dosa juga ikut berguguran seiring dzikir yang terucap.
Rasa malas adalah sebuah racun yang tidak tampak tapi nyata adanya. Rasa malas akan hilang jika dilawan dengan memulai akrifitas walaupun hanya dengan cara menuliskannya.
Suasana apapun akan bisa hangat jika dimulai dengan niat yang kuat untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Allah lebih menyukai sesuatu yang kita lakukan rutin walaupun sedikit. Dari pada banyak tetapi tidak rutin.
Itulah goresan dipagi ini, dengan memulai menuliskan apa yang dirasa telah banyak yang berubah. Terlebih mengungkapkan isi hati dan suasana hati. Karena disaat apa yang dirasa diungkapkan maka hati akan menjadi tenang dan pelan-pelan semangat akan mulai menjalar disekujur tubuh.
Memulai hal kecil dengan langkah kecil tetapi rutin itu lebih baik. Dari pada jalan ditempat dan tidak melakukan apa-apa.







