Bangkitlah Anakku Hari Telah Senja (Hari ke-1)

Terbaru477 Dilihat

Hari 1: ​​​MENGAPA AKU PUTUSKAN IKUT KMAB INI?

KMAB, ya ini istilah baru.. (Karena Menulis Aku Bahagia).

Ada-ada saja yang namanya penulis ini, idenya lucu tapi cukup pas cenderung cerdas, meski kadang juga bisa ngaco. Aku belum tahu apakah aku bahagia atau tidak dengan ikut grup penulis ini. Namun yang jelas keinginan menulis itu ada, bahkan sudah berapa tahun silam aku ingin mencurahkan kisahku yang unik dan istimewa ini belum kesampaian. Maksud tadinya sih, ingin membuat buku tersendiri... Setelah mikir-mikir.. maju mundur, maju mundur, mundur majuu… maju!, dan tulislah sekarang juga.

Pertama, kupikir jika aku ikut dalam grup menulis ini, curhatku dan kisah pengalamanku akan kesampaian tanpa aku harus repot-repot mikirin editingnya, lay out cover, daftar isi, bahkan tidak perlu mikirin proses pencetakannya. Sudah teruji adindaku Thamrin Dahlan ini, dalam sekejap mata hanya beberapa hari dapat mengumpulkan tulisan sampai 400 san halaman.

Ke dua, kupikir aku bukan penulis buku pengalaman ataupun fiktif (selama ini yang pernah kutulis buku-buku ilmiah yang selalu pakai rujukan). Jadi ini proses baru belajar. Menulis rame-rame bagi penulis pemula tentu membahagiakan, karena kesalahan dan kekurangan akan tertutupi. Bahkan jika nanti sampai jalan pikiranku melantur kemana-mana orang tidak akan terlalu memperhatikan. Jadi tidak perlu takut salah.

Ke tiga, aku sudah masuk golongan lansia madya (menurut kriteria WHO lho), lebih tua 3 tahun dari ayah Thamrin sendiri. Kalau dindaku ini pada hari ini tanggal 7 Juli pas 70 tahun usianya maka aku pas 73 tahun lebih satu hari karena Ultahku kemaren tanggal 6 Juli. Jadi keikutsertaanku ini juga merayakan Ultahku, nimbrung ni yee... It’s just a number.

Ke empat, karena aku lansia, maka tentu saja Gaptek. Ini aku mau mendaftar via link yang ada saja susahnya bukan main. Sampai sekarang belum bisa. Ya sudahlah itu nanti saja, bisa minta tolong sama siapa nanti yang muda-muda, hehehe…

Ke lima, dengan dikejar-kejar target perhari satu tulisan, tidak boleh putus. Meskipun aturan demikian ini kurang menyenangkan bagi lansia yang inginnya santaai, tapi kupikir ada positifnya, target pasti akan tercapai meski entah bagamana nanti hasilnya. Ada orang mau membacanya atau tidak itu urusan belakang. Jadi ada beban pekerjaan tapi beban morilnya minim.

Nah, cukuplah lima alasan itu membuatku memutuskan untuk ikut dalam rombongan dinda Thamrin ini. Jelek-jeleknya paling ngerepoti dia dengan banyak tanya ini itu.

Nah sekarang, aku harus buat rencana secepat kilat juga. Meski subtansi inti yang akan ditulis sudah jelas, tapi tetap harus ada perencanaan. Dalam 40 kali menulis itu, tulisan ini harus TAMMAT. Iya kan? Masa bersambung…? Jadi 40 kali menulis itu kubagi 4 periode, masing-masing periode ada sekitar 10 tulisan. Periode awal, periode lanjutan, periode puncak, dan periode akhir yaitu beberapa tahun terakhir ini. Meskipun pembagiannya tidak pas begitu tapi paling tidak sudah terarah, tidak terlalu bingung lagi.

Judul tulisanku apa ya?

Dari tadi malam sudah kupikir-pikir, belum ketemu. Tapi untuk sementara ini kutentukan saja judulnya: “Bangkitlah anakku, Sambutlah matahari itu…”.

Bismillah….

Tinggalkan Balasan

1 komentar