Keturunan Tionghoa Jadi Marinir ? Mengapa Tidak

Terbaru1604 Dilihat

dokumentasi pribadi

Dari Hobi Jadi Profesi

Sejak dari remaja seorang anak keturunan yang bernama Edy ini sudah menunjukan hobi menyelam. Beruntung hasrat hatinya bagaikan gayung bersambut karena adik saya alm juga hobi menyelam, bahkan sudah memiliki Sertifikat PADI (Professional Association of Diving Instructors ) sehingga Edy dapat menyalurkan hobi menyelam,tanpa menunggu terlalu lama.

Lama kelamaan hobi menyelam seakan sudah mendarah daging dalam dirinya. Dari tahun ke tahun, hobi menyelam, bukannya menyurut malahan semakin membara. Entah kapan mendapatkan panggilan jiwa, tiba-tiba Edy menyatakan ingin bergabung di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL).

Cita cita ini terpaksa ditangguhkan karena ia ingin menyelesaikan kuliahnya di jurusan hukum. Baru setelah itu Edy bergabung di TNI-AL pada tahun 2000 Dan berarti saat ini sudah 19 tahun bertugas di TNI -ALdengan pangkat  Mayor Marinir.

Karir Selama 19 Tahun

Tahun 2003 Edy pernah bertugas di Aceh dalam  Satuan Tugas Intelijen Analis selama lebih kurang satu tahun, kemudian  pernah ditugaskan di Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XI Merauke di Perbatasan Sota dan Papua New Guinea dengan jabatan Wadanyon .

Edy atau nama lengkapnya Edy Effendi, SH.MH. dengan pangkat Mayor Marinir  saat ini bertugas  di Kesatuan: Markas Komando  Korps Marinir  dengan jabatan Pabandya Staf Potensi Maritim/Pembinaan Ketahanan Wilayah Laut .  Menurut Edy, seluruh persyaratan formal yang diwajibkan untuk kenaikan pangkat dari Mayor menjadi Letkol sudah diselesaikan dengan baik, tinggal menunggu keputusan dari atasan.

Didampingi Istri dan 2 Putri 

Edy didampingi  istri yang setia Hefi dan dikaruniai dua orang putri cantik  bernama Nitasha Septana Effendi dan  Cathrin  Angeline Effendi. Kedua putrinya sejak dari kecil sudah dilatih oleh Edy agar memiliki tubuh yang sehat dan bermental baja. Mereka dilatih  menembak dan menyelam.

Dan ternyata latihan yang diberikan sejak keduanya masih kecil, tidaklah sia sia. Karena Nitasha  pernah meraih Juara III dalam lomba menembak, menurut Efi ia ikut lomba menembak lagi. Tapi bagaimana hasilnya masih belum diketahui, karena masih dalam tahap semi final. Sementara itu, Cathrin walaupun ikut serta latihan menembak,namun lebih tertarik untuk menekuni hobi basket.

Melatih Kedua Putri Menembak dan Menyelam

Edy Effendi adalah  satu dari sangat sedikit warga Indonesia keturunan Tionghoa,yang terpanggil untuk bergabung dengan TNI-AL dan siap untuk ditempatkan dimana saja.

Tapi setidaknya, Edy sudah menjadi contoh bagi generasi muda Tionghoa agar jangan ragu untuk bergabung dan ikut mempertahankan kedaulatan negara kita Indonesia sehingga dengan demikian stigma negatif selama ini, yang seakan melekat pekat pada warga Indonesia keturunan Tionghoa sebagai warga yang hanya sibuk cari uang  dan terfokus di bidang bisnis semata, dapat dipatahkan.

Karena kita semuanya berbeda, ada orang Aceh, Orang Padang, Orang Batak, Orang Jawa, Orang Nias , Orang Sunda, Orang Tionghoa dan seterusnya,tapi sesungguhnya kita semua adalah satu, yakni: “Bangsa Indonesia”

Kenaikan Pangkat Menjadi Letnan Kolonel

Awal tahun lalu dapat kabar baik bahwa Edy mendapatkan kenaikan pangkat dari Mayor menjadi Letkol. Yang awalnya rencana saya dan isteri akan ikut hadir dalam pelantikan Edy. Tapi Covid 19 telah membuyarkan harapan tersebut.  Edy Effendi adalah anak kakak kandung saya yang sudah alm.yakni Ridwan Effendi

 

foto kiriman edy effendi
Seorang Suami dan Ayah Dari 2 Orang Puteri
Terlepas dari tugasnya sebagai marinir, Edy  adalah seorang suami dan sekaligus seorang ayah. didampingi istri yang setia Hefi, yang berprofesi sebagai Pengacara, Edy  dikaruniai dua orang putri cantik bernama Nitasha Septana Effendi dan Cathrin Angeline Effendi. Kedua putrinya, sejak dari kecil sudah dilatih oleh Edy agar memiliki tubuh yang sehat dan bermental baja.

Mereka dilatih menembak dan menyelam. Dan ternyata latihan yang diberikan sejak keduanya masih kecil, tidaklah sia-sia. Karena Nitasha pernah meraih Juara III dalam lomba menembak

Sementara itu, Cathrin walaupun ikut serta latihan menembak, namun lebih tertarik untuk menekuni hobi basket

Menekuni Hobi Disamping Tugas Utama
Dalam berbagai kesibukannya sebagai seorang perwira TNI, Edy masih menekuni hobinya semasa kecil yakni menjelam. Tidak mudah memang menjalani hobi yang sesuai dengan tugas keseharian. Tapi Edy beruntung, tugasnya tidak jauh dari laut karena itu mendapatkan kesempatan menekuni hobi menyelam yakni Spearfishing. Spear artinya tombak dan Fishing adalah memancing,

Spearfishing adalah bentuk olahraga menombak ikan atau memanah ikan di kedalaman laut sambil menyelam. Hal ini terinspirasi dari kebiasaan Suku Bajo yang biasa menggunakan tombak saat menyelam.

Suku Bajo terkenal dengan bakat alaminya menyelam hanya dengan menggunakan apnea atau dikenal dengan istilah free dive, yakni menahan nafas sambil menyelam di kedalaman laut dengan membawa senjata tombak panah atau dikenal dengan istilah “speargun”.

Ditugaskan Sebagai Ketua Komisi Logistik POSSI

Kemarin dapat kabar baik dari Edy, bahwa dirinya mendapat tugas baru dan disertai dengan surat pengangkatannya yang ditanda tangani Ketua KONI  Letnan Jenderal TNI  (Purn) Marciano Norman –  Disana tertulis: Letkol Marinir  Edy Effendi  SH. MH. Sebagai Ketua Komisi Logistik dan Asset Pengurus Besar POSSI Masa Bhakti 2021-2025.  POSSI adalah singkatan dari Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia yang bernaung dibawah KONI

Mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua Komisi Logistik POSSI tentu saja merupakan sebuah penghargaan dan sekaligus tanggung jawab yang besar bagi Edy pribadi. . Impiannya ingin membuktikan bahwa warga keturunan Tionghoa juga siap untuk berbakti untuk Nusa dan Bangsa telah menjadi kenyataan .

Edy Effendi kini telah lebih dari 20 tahun mengabdikan dirinya sebagai anggota kesatuan dari TNI AL sebagai marinir Sebuah kebanggaan ,tidak hanya bagi seluruh keluarga besar  tapi sekaligus sebuah kebanggaan bagi kota Padang,sebagai kampung halaman Edy Effendi

Serta tentunya bagi  seluruh warganegara Indonesia yang terlahir sebagai keturunan Tionghoa di Tanah Air Tercinta Indonesia !

Burns Beach, 9 Maret ,2023

Tjiptadinata Effendi

 

 

Tinggalkan Balasan