Kunci Sukses Menjadi Moderator Online

Kunci Sukses Menjadi Moderator Online

Dokpri Buku solo kedua

Saat pertama kali bergabung di Kelas Belajar Menulis Nusantara(KBMN) khususnya gelombang 8, aku mulai terbiasa mendengar istilah moderator.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online (https://kbbi.web.id/moderator.html) moderator memiliki 3 definisi
1. Orang yang bertindak sebagai penengah (hakim, wasit, dan sebagainya); 2. pemimpin sidang (rapat, diskusi) yang menjadi pengarah pada acara pembicaraan atau pendiskusian masalah: pemimpin diskusi itu hanya bertindak sebagai — , bukan sebagai orang yang memberikan penilaian akhir; 3.Tek alat pada mesin yang mengatur atau mengontrol aliran bahan bakar atau sumber tenaga;

Moderator di kelas menulis online yang dibentuk oleh Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. adalah seseorang yang diberikan tugas memimpin jalannya sebuah diskusi. Dari mulai pembukaan, materi narasumber, sesi tanya jawab, dan diakhiri penutup.

Saat saya tergabung di KMBN gelombang 8, yang bertugas menjadi moderator biasanya adalah Bapak Bambang Purwanto, S.Kom., Gr. Yang biasa disapa Mr. Bams. Selain menjadi moderator, Mr. Bams adalah ketua kelas yang patut dibanggakan. Mr. Bams selalu menyiapkan daftar hadir dan aku bahagia pernah satu kelas dengan Mr. Bams, Cakinin, Mayor Nani, Bu Nora, dan Pak Yulius Roma Patandean.

Saat Mr. Bams memandu kelas sebagai moderator, aku selalu merasa bahwa tugas moderator itu sangat penting. Apalagi memandu kelas dari awal hingga akhir diskusi dengan narasumber yang selalu menginspirasi. Namun sayang, aku gagal di gelombang 8 dan ditinggalkan teman-teman. Jadi, aku kembali mengulang saat KBMN gelombang 12.

Saat itu moderator yang bertugas adalah Bu Fatimah dari Aceh. Semakin bertambah kagum karena beliau selalu memiliki prinsip Disiplin, Jujur,  Tulus, Ikhlas, dan Sabar atau disingkat DJTIS. Bu Fatimah maupun Mr. Bams adalah moderator yang sangat andal dan selalu memiliki ciri khas tersendiri. Yang aku ingat dari Mr. Bams adalah ketika ia memandu sebagai moderator, kalimatnya andalan, jangan lupa bahagia dan pernah juga ketika ia berganti  peran sebagai Mariyo Teduh (Mari Ayo Tenang Dalam Urusan Hidup). Sejak saat itu aku bermimpi untuk bisa menjadi moderator suatu saat nanti.

Berawal dari Mimpi

Berawal dari sebuah mimpi, aku kembali meraih mimpi mewujudkan buku solo pertama. Buku yang lahir dengan harapan suatu saat nanti bisa jadi penulis hebat di masa depan. Oleh karena itu, aku terus berlatih dan berlatih hingga bis berbagi dan bermanfaat untuk orang lain.

Saat buku solo perdana lahir maka aku akhirnya lulus di gelombang 12. Aku mulai mengabdikan diri menjadi Tim Solid Omjay menjadi moderator kelas KBMN. Berikut dokumentasi selama bertugas menjadi moderator dan bagian Tim Solid Omjay.

Dokpri Saat bertugas sebagai moderator

Saat menjadi moderator, ada kebanggan tersendiri. Bayangkan saja, jumlah peserta BM28 adalah seribu. Jika ada seribu peserta yang menulis, nama kita akan terdokumentasikan oleh Peserta melalui blog. Nama moderator juga pasti akan tercantum di buku solo para peserta yang berhasil menuntaskan buku pertama mereka.

Inilah yang membuat diri merasa ada kebahagiaan saat menjadi moderator. Ketika nama kita menjadi saksi lahirnya tulisan pertama para peserta yang baru memiliki blog.

Pengalaman akan hilang jika tidak dituliskan. Pengalaman selama mengabdi menjadi moderator sejak tahun 2020 akhirnya menjadi ide lahirnya buku solo kedua dengan judul Kunci Sukses Menjadi Moderator Online.

Inilah kisah dan pengalamanku selama menjadi moderator untuk menjawab tantangan KMAC Day 10. Senangnya bisa berbagi dan menginspirasi negeri.

Salam blogger inspiratif
Aam Nurhasanah

KMAC DAY 10

#DAY10
#KMAC
#KarenaMenulisAkuCeria
#YPTD
#Senin,20Februari2023

Tinggalkan Balasan