CARI PELANGGAN BUKAN SEKEDAR PEMBELI

Terbaru922 Dilihat
Saya pernah ngisi bensin pinggir jalan malam malam. Pas bayar ada fikirkan kok cepet amat ngisinya. Tapi saya ga tanya juga karena diburu waktu. Bener aja,bensin yang biasanya cukup 2-3 hari,ini mah sehari juga dah habis. Kaya dikadalin nih.
Pernah ngalamin seperti ini?
Hmmm boleh jadi tukang bensin itu mendapat untung. Tapi jelas pada akhirnya dia merugi.
Pertama, dia memang mendapat pembeli. Tapi jelas dia tidak dapat pelanggan. Mana ada orang kecewa repeat order hehehe.
Kedua, konsumen yang kecewa akan menyebarkan kejelekannya lebih cepat dari kebaikannya. Dia menghapus banyak calon konsumen baru.
Ketiga, jelas keuntungan kecil yang dia dapat hanya membawakan dosa. Boro boro berkah, yang ada malah nyeret ke neraka.
Padahal kalau dia jujur, order kecil ini bisa membawanya ke surga.
Nah begitupun dalam bisnis kita. Banyak pebisnis yang tergoda untuk melakukan ” kecurangan” atau minimal melakukan “pengurangan”.
Awalnya kita memberikan ayam fresh hasil potong hari itu. Ketika order melesat dan keteter, kita jadi berani menyisipkan ayam frozen hasil motong kemarin.
Misal, mengurangi takaran ketika bisnis makin maju. Biasanya batagor itu seporsi dapat 4 potongan besar, setelah laku jadi 4 potongan kecil.
Biasanya delivery terkirim 2 hari setelah order naik jadi 4 hari. Asalnya plastik pembungkus itu satu untuk setiap baju sekarang jadi satu per dua baju.
Hal hal kecil ini seperti nya sepele tetapi sangat berpengaruh pada keberlangsungan bisnis. Penurunan pelayanan itu akan sangat diingat pembeli.
Meskipun secara agama mungkin kita tidak berdosa tetapi jelas bisnis kita sedang menuju bahaya.
Kita akan kehilangan pelanggan tetap dan hanya dapat pembeli lepasan saja. Padahal biaya memelihara pelanggan lebih rendah daripada pembeli lepas. Artinya kita harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi jika kita hanya mendapatkan pembeli baru.
Pelanggan akan membeli lagi dan lagi jika sudah puas pada produk dan jasa kita hanya dengan pemeliharaan komunikasi sederhana.
Kita harus mengeluarkan biaya iklan terus menerus untuk mendapatkan pembeli baru. Konyolnya pembeli baru itu hanya membeli sekali karena kecewa dengan pelayanan kita. Bisa dibayangkan pemborosan yang harus dikeluarkan.
Jadi kuncinya adalah, rengkuh baik baik pembeli kita agar dia menjadi pelanggan. Lakukan palayanan yang jujur, memuaskan, dan kalau bisa ngangenin biar mereka terus melakukan repeat order produk dan jasa kita.
Nah coba periksa apakah kita sudah punya cukup banyak.pelanggan atau hanya sekedar pembeli sambil lalu?

Tinggalkan Balasan