TIPS MANIS BISNIS BUAH,SEMANIS BUAH

Terbaru562 Dilihat

Saya pernah mencoba berbisnis buah buahan. Menjual pisang, jeruk, alpukat, semangka dan lain-lain. Pernah jadi agen pemasok dan menjual retail.
Pernah mau dibacok tengkulak serakah dan pernah juga mau dikeroyok preman preman pasar. Sudah dikepung gara gara ga mau kasih upeti.
Wah mereka berlima,semua bawa senjata tajam. Pisau mereka tajam tajam. Sudah ditodongkan ke perut. Untung saya pura pura berani dan tenang. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah mereka malah pergi ngeloyor.
Nah pernah juga coba jadi penjual retail. Asik juga sebenarnya bisnis buah itu. Untungnya besar. Hanya saja kudu fokus dan harus punya banyak pemasok.
Begini, kan kalau panen pertama stok buah melimpah. Pasti kita dapat stok buah dengan kondisi yang bagus Ukurannya gede gede, mulus, dan banyak pilihan.
Jadi kita mudah menjual lagi buah-buahan itu. Permintaan konsumen tinggi karena kita menjual produk yang bagus itu.
Masalahnya, masa panen tentu akan ada habisnya sementara kita ga bisa panen tiap hari. Jadi ketika masa panen menyurut sementara permintaan masih tinggi, akhirnya kita hanya bisa menjual stok sortiran sisa sisa order pertama.
Dengan kata lain kita menjual barang yang kualitasnya sudah menurun karena kualitas terbaik sudah laku duluan.
Langkah ini pada akhirnya membuat konsumen komplain. Mereka berpikir kita curang karena pertama kita jual produk bagus tapi kemudian menjual yang kualitasnya lebih jelek.
Padahal dari sudut pandang sebagai penjual, kita kesulitan mendapatkan pasokan ketika supply menurun. Jadi stok kitapun berkurang sementara demand masih banyak. Akhirnya kita terpaksa menjual yang kualitasnya menurun.
Tentu saja konsumen banyak yang kecewa. Semakin banyak kita jual semakin banyak yang kecewa. Bisnis kita sedang menuju kehancuran.
Memang bisa saja kita mencampur barang yang kualitas tinggi dengan yang kualitas rendah waktu jualan awal. Jadi kita bisa menjual semua stok karena sampai akhir kita punya buah kualitas bagus diantara yang jelek.
Cara ini sepintas bisa jadi solusi. Hanya saja kita akan kesulitan menjual dari awal karena tuntunan konsumen tentu ingin barang yang berkualitas bagus. Kalau kualitas barangnya dicampur mereka ga suka dan ga mau beli.
Jadi teman-teman, jika mau jualan buah buahan tak ada salahnya kita fahami tiga faktor ini
pertama,kita harus punya pemasok lebih dari satu wilayah. Punya pemasok lebih dari tiga memungkinkan kita memiliki pasokan kontinyu yang akan menopang keberlangsungan bisnis kita.Jika satu pemasok kosong,kita bisa pesan dari pemasok yang lain.
Keuntungan lain jika punya tiga pemasok adalah kita bisa mendapat harga yang bagus. Pemasok tunggal akan cenderung memberi harga mahal dan bertindak seenak hati mereka. Pemasok lebih dari tiga memungkinkan kita mendapat harga yang fair dan lebih murah.
kedua, kita harus mengkomunikasikan kondisi kualitas produk yang kita jual.
Jika kita terpaksa mencampur kualitas produk kita harus mengkomunikasikannya dari awal kepada konsumen. Jadi mereka tidak akan merasa kecewa atau bahkan merasa ditipu.
Tentu saja harga yang kita tawarkan akan sedikit turun tapi kepuasan dan kepercayaan konsumen akan tetap terjaga.
ketiga, tentu saja kita harus punya modal yang berlipat,minimal 3x lipat. Bermain di bisnis buah menuntut kita mempunyai modal berlipat.
Hal ini untuk memesan pasokan yang aman, membeli produk terbaik dengan sistem borongan, dan dana simpanan.
keempat, buah buah yang kualitasnya tidak terlalu bagus bisa dijual dengan harga lebih murah ke tukang rujak/tukang jus, atau dibuat jadi produk turunan misal bikin sendiri jus alpukat, jus jambu, atau pancake durian.
Nah moga bermanfaat nih bagi yang mau jualan buah buahan.
Boleh jika ada yang mau diskusi tentang bisnis.silakan hubungi saya. Nanti janjian kalau mau konsul atau ngobrol bisnis. Gratis…

Tinggalkan Balasan