Puisi Akrostik Tentang Kasih Sayang

Puisi596 Dilihat

#Lomba Blog PGRI hari ke – 2

 

Ungkapan rasa kasih sayang pun dapat diungkapkan dalam puisi akrostik.  Di bawah ini adalah salah satu karya saya yang diikutkan dalam lomba Blog di bulan Februari. Semoga semakin bertambah khasanah puisi dengan adanya aliran puisi akrostik ini.

 

 

 

 

Kasih Sayang Seorang Guru

Oleh : Ai Setiawati M. Pd

 

Kilauan cahaya menyinari wajah -wajah polos, ketika kita berpandangan

Ada riak sendu di wajahnya, ada bayangan hitam di bola matanya

Suara ceriamu seakan semakin menghilang, entah ke mana, apa yang kau rasa?

Inikah yang kau rasa?  gundah, kecewa, marah, semua tersirat dalam wajahmu

Halus tutur kata, yang selalu terucap lewat untaian kata nasehat, agar kau tabah menghadapi ujian kehidupan

Senyum indah selalu menemani setiap langahkah, agar kau tetap semangat mengisi hari

Adakah kau rasakan ? ungkapkanlah agar kau tenang

Yang selalu kau rasakan,  bergelora dalam dada yang menyesakkan jiwa

Air mata  berlinang bersama dalam lantunan doa, agar kau bahagia

Nyanyian indah yang selalu terdengar,  dari bibir – bibir indahnya

Gurauan dan celoteh manja yang selalu terdengar di telingaku

Semuanya akan menjadi  kenangan yang indah untuk dikenang

Esok hari jika kau telah dewasa, ingatlah kami dalam setiap doamu

Olah rasa dan empatimu agar kau semakin peka terhadap semua yang terjadi dalam kehidupan

Rasa dan raga semakin menyatu menjelma sebagai insan yang tangguh

Ada kekuatan dalam hati, jika kau ingat nasehatnya

Namanya akan selalu kau ingat dalam setiap doamu

Guru akan abadi selamanya dalam setiap langkahmu, sampai kapan pun

Gaung ucapan nasehat yang penuh kata petuah, jangan kau lupakan, agar di jadikan pedoman hidupmu

Untuk apa aku berucap tentang indahnya masa depan ? Karena kaulah penentu masa depanmu

Rasa   sayangku tidak akan hilang, walaupun semakin lama  aku semakin menua dan hampa tanpa makna

Untukmu,,,  aku selalu bercerita tentang indahnya masa depan, agar kau siap untuk bertarung dalam ganasnya kehidupan

Purwakarta, 6 Februari 2021

 

Tinggalkan Balasan