
Dari Bloger Menjadi “Writepreneur”
Sebagai sebuah profesi writerpreneur bukanlah profesi yang baru, dan istilah ini sudah sangat dikenal dikalangan penulis. Padahal jauh sebelum istilah ini dikenal, sudah banyak bloger yang juga berprofesi sebagai writerpreneur.
Saya bisa Menuliskannya karena profesi ini sangat dekat dengan kehidupan saya, meskipun bukan saya yang berprofesi sebagai writerpreneur. Salah satu anak saya berprofesi sebagai writerpreneur disamping juga sebagai influencer.
Istilah Writerpreneur ini bermuasal dari penggabungan dua kata ‘writer’ dan ‘interpreneur’ menjadi writerpreneur. Writer berarti Penulis, dan interpreneur adalah wirausaha. Jadi writerpreneur adalah wirausaha dalam bidang penulisan.
Jangan bilang jadi bloger itu tidak punya prospek, dan bukanlah profesi yang menjanjikan. Di era digital saat ini, profesi writerpreneur berkembang dengan subur, disamping menulis untuk kepentingan pribadi, juga menerima pesanan jasa penulisan.
Apa saja ruang lingkup pekerjaan writerpreneur?
Bidang/ruang lingkup dari Writepreneur adalah semua hal yang terkait dengan bidang menulis dan penulisan, seperti menulis buku, novel, skenario, artikel (offline dan online), tutorial, konten blog/website, dan lain sebagainya, bahkan tidak menutup kemungkinan menerima pekerjaan sebagai ‘Ghostwriter.’
Sebagai writerpreneur, anak saya pernah mengelola website seorang artis terkenal. Dikontrak pertahun hanya untuk mengisi dan mengelola konten websitenya, bahkan kadang mengisi konten instagram artis tersebut. Disamping itu tidak jarang dimenerima pekerjaan sebagai copywriter untuk sebuah perusahaan secara freelance.
Dimasa depan bisa saja profesi writerpreneur ini semakin berkembang, sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha yang membutuhkan jasa writerpreneur.
Apakah profesi writerpreneur sangat menjanjikan?
Writerpreneur terbilang profesi yang menjanjikan. Kenapa? Karena sama seperti halnya animasi, saat ini hampir semua bidang pekerjaan dan industri membutuhkan penulisan, baik untuk kebutuhan riset, meeting, presentasi, pengembangan ide produk, pembuatan profile usaha, sarana promosi dan marketing, dan lain sebagainya. Sehingga saat ini sangatlah dibutuhkan profesi Writerpreneur ini.
Sebagai seorang Selebgram dan influencer, anak saya sering mendapatkan endorsment product. Layaknya sebuah usaha periklanan, setiap hari kerjanya mengemas promosi product yang di endors. Mulai membuat konsepnya, membuat foto product, dan bahkan membuat video campaign-nya beserta dengan narasinya.
Semua pekerjaan itu bisa dilakukan dirumah. Selama WFH produktivitasnya kerja di rumah malah semakin meningkat. Seorang Selebgram dengan follower puluhan ribu orang, jelas sangat efektif untuk memasarkan sebuah produk. Bagi usaha rumahan lebih cenderung menggunakan jasa seorang Selebgram dan writerpreneur.
Bukan cuma usaha rumahan yang menjadi relasinya, bahkan ada juga perusahaan besar pun menggunakan jasanya, terutama untuk produk yang anggaran promosinya tidak terlalu besar. Secara efektivitas apa yang dikerjakan anak saya itu cukup mendukung promosi produk perusahaan tersebut.
Tidak menutup kemungkinan seorang writerpreneur juga influencer menjadi Selebgram, karena semakin ia dikenal sebagai writerpreneur maka akan semakin banyak pengikutnya. Yang saya tahu banyak bloger berprofesi juga sebagai Selebgram, secara tidak langsung sebetulnya sudah berprofesi sebagai writerpreneur.
Anda tertarik menjadi seorang writerpreneur juga influencer?
Ajinatha












