Puisi | Dimana Meletakkan Kalimat Tauhid

Puisi346 Dilihat

Selama Lima waktu kalimah Tauhid Kita lafalkan,
saat duduk diantara dua sujud dalam kekhusu’an.
Saat itulah kita meletakkannya didalam kalbu,
bukan pada dinding-dinding,
bukan juga pada panji-panji kemunafikan,
untuk mengatakan sebagai pembela

Buat apa kalau pada akhirnya, panji-panji itu hanya diletakkan dibawah kaki,
yang dibawa orang-orang yang tidak mengerti apa itu kalimah Tauhid.
Kita belum mampu menjadi Nabi,
yang mengagungkan Panji-panji Allah, yang meletakkan kalimah Tauhid pada tempatnya.

Kita baru pada tahap, menjadikan kalimah Tauhid sebagai simbol,
sebagai alat untuk mengelabui orang-orang bodoh yang Tak berakal. Padahal ilmu dan sejarah sudah mengajarkan,
dijaman Rasulullah pun sudah banyak yang menjadikan kalimah Tauhid alat tipu muslihat.

Aku melihat dengan perih ketika para pembela kalimah Tauhid,
meletakkan kalimah tersebut tidak pada tempatnya,
dicetak pada bendera hanya untuk diinjak ditengah keramaian nafsu,
dan membiarkannya tergeletak Tak berdaya ditengah ketidaktahuan.

Sungguh celaka orang yang menasbihkan diri pembela kalimah Tauhid,
namun tidak mampu menauhidkan Pencipta-Nya,
dalam hati dan sanubarinya,
dikuasai nafsu hanya untuk kepentingan sesaat,
memanfaatkan perpecahan Demi halusinasi Kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

4 komentar