Perjuangan Mrs. Brilliant Untuk Selalu Nomor Satu

Coretan Tanpa Bekas

Perjuangan Mrs. Brilliant Untuk Selalu Nomor Satu

Oleh: Arfianto Wisnugroho

 

Setiap orang memiliki berbagai keinginan masing-masing, semakin tinggi keinginan akan membuat seseorang berusaha semakin keras. Apapun usaha yang dilakukan mereka memiliki tujuan masing-masing. Apapun tujuan mereka mewujudkan keinginan tersebut, terkadang tidak terlepas gengsi di masyarakat. Salah satu hal yang bergengsi tersebut adalah pendidikan yang tinggi. Dengan memiliki pendidikan tinggi, mereka akan dianggap memiliki kelas di masyarakat tertentu. Adapun yang berhubungan dengan pendidikan tersebut adalah beasiswa. Banyak orang berpikir kalau mendapatkan suatu beasiswa tertentu adalah hal membanggakan. Sehingga pendidikan tinggi dan beasiswa merupakan dua hal penting yang banyak dari masyarakat menginginkannya. Hal tersebut sangat terasa di lingkungan Mrs. Brilliant yang wilayahnya masih di area pedesaan, jauh dari masyarakat berpendidikan.

Mrs. Brilliant berasal dari daerah yang sebagian besar penduduknya masih memiliki pemikiran konservatif. Sebagian besar penduduk memiliki mata pencaharian sebagai petani. Meski demikian, mereka mulai menganggap pendidikan tinggi adalah sesuatu yang berharga. Paling tidak itu mulai berlaku untuk mereka yang berusia sebaya Mrs. Brilliant. Oleh sebab itu, sering terjadi dialog antara orang tua yang mengagungkan anak mereka. Seperti Bapak  Cap yang tidak pernah berhenti bercerita kepada pelanggan kedainya ketika anaknya diterima kuliah. Tentu saja tempat kuliah anak Pak Cap tersebut merupakan salah satu Universitas terkemuka. Rasa senang Pak Cap tersebut tidak akan habis hanya dalam hitungan hari. Ia akan terus bercerita kepada siapa saja yang ditemui dengan tema sama sampai hampir sebulan. Selain itu tema tentang perkuliahan akan terus mereka bawakan dalam suatu percakapan di setiap ada kesempatan.

“Hebat sekali Bapak itu.. siapa namanya?” Tanya mas Nyentrik pada salah satu temannya yang pernah belanja di kedai Pak Cap.

Itu baru satu tema terkait dengan tempat kuliah. Percakapan Pak Cap yang demikian akan semakin berwarna jika ia bertemu seseorang dengan posisi yang sama. Pernah suatu kali Pak Cap bertemu Pak Kandai, yakni salah seorang yang anaknya juga kuliah di salah satu Universitas ternama. Tentunya pembicaraan tentang anak mereka adalah kunci berlangsungnya sharing menjadi awet. Seolah kedua memiliki aura yang saling menguatkan kalau mereka berdua adalah orang tua hebat. Meski hal demikian terkadang membuat iri orang yang mendengarkan mereka meski tidak sengaja. Keadaan serupa sering terjadi pada orang lain di masyarakat mereka. Hal demikian yang lantas membuat para orang tua memiliki harapan besar kepada setiap anak mereka.

Apapun yang orang tua inginkan, semua akan memberikan pengaruh kepada anak mereka. Seberapa besar pengaruh tersebut, keinginan anak itu sendiri yang menentukan kemana mereka akan melangkah demi masa depan mereka. Seperti yang terjadi pada Mrs. Brilliant yang selalu peringkat pertama di kelas. Karena prestasinya, ia menjadi bintang di sekolah. Banyak guru yang mengenal Mrs. Brilliant sebagai mutiara di sekolah. Banyak hal positif yang keluar dari pemikiran para guru jika membicarakan Mrs. Brilliant kala itu. Namun hal tersebut bukan hal utama yang membuat Mrs. Brilliant rajin belajar. Atau mungkin dari teman-teman sekolah yang seirama dengan pemikiran guru-guru mereka. 

Menjadi juara kelas bagi Mrs. Brilliant saat di bangku sekolah adalah hal biasa. Terus terang ia adalah peserta didik yang rajin. Dalam kehidupan sehari-hari ia tidak bisa lepas dengan buku. Pekerjaan rumah dari guru adalah teman ia mengisi waktu ketika anak seusianya sibuk bermain. Bukan berarti Mrs. Brilliant kecil tidak pernah bermain dengan teman-temannya. Ia juga bermain namun hanya seperlunya saja. Hal tersebut ia lakukan karena Ayah Mrs. Brilliant yang selalu menceritakan dirinya kepada siapa saja. Tanpa disadari kebiasaan sang Ayah memberikan sugesti kepada Mrs. Brilliant kalau dirinya harus selalu melakukan yang terbaik. Sehingga belajar rajin adalah salah satu cara yang ditempuh Mrs. Brilliant.

Kebiasaan belajar dengan rajin Mrs. Brilliant bukanlah kebiasaan yang tiada hasil. Kebiasan keras tersebut membuat ayahnya sangat bangga. Itu merupakan salah satu tujuan Mrs. Brilliant untuk selalu menjadi terbaik. Supaya setiap yang dikatakan ayahnya kepada semua orang menjadi kenyataan. Sehingga sesuatu berharga dalam masyarakat seperti pendidikan tinggi dapat ia gapai. Itu bukanlah satu-satunya hal yang ia gapai. Ada hal berharga lain dalam masyarakat secara otomatis menaikan pamor seseorang. Yakni terkait beasiswa dari suatu lembaga negara. Demi mendapatkan beasiswa tersebut, Mrs. Brilliant menambah intensitas belajar setiap harinya. Ia tidak peduli sebanyak apa waktu yang akan dihabiskan untuk belajar asal memperoleh beasiswa tersebut. Sebagian orang mungkin menganggap kehidupan demikian terlalu keras. Tetapi mau bagaimana lagi, ia hidup dilingkungan yang setiap hari masyarakatnya terlanjur gandrung dengan gengsi akan pendidikan.

“Yah, mungkin suatu saat dapat mendengar perjuangannya yang terlampau keras!” Ucap mas Nyentrik pada temannya tersebut. Ia hanya bisa merenung, banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana anak mereka berusaha memenuhi pamor di masyarakat. Mungkin ada yang melakukannya demi orang tua, meski demikian ada juga yang terpaksa melakukan karena gengsi.

Tinggalkan Balasan

News Feed