Musim Tak Pernah Membenci Rindu

    sumber gambar dari pixabay

    Sepertinya saat ini bukan waktunya untuk bermimpi
    Tapi takada salahnya membuat lukisan-lukisan
    dengan tinta kenangan di kaki langit
    Walau mendung mulai menata gelombangnya

    Dan aku mulai dengan sebuah kisah pertemuan
    Ada senyuman, duduk bersama menikmati segelas minuman yang kita pesan
    Bertukar cerita tentang pagi dan senja yang tak pernah berubah

    Kemudian tawa ria menggema ketika sesuatu yang lucu melintas
    Dan semilir angin menerpa, membawa butiran debu kemarau sampai pelupuk mata
    Lalu membawamu pergi entah kemana

    Hari ini aku masih duduk di depan meja dengan hiasan langit jingga,
    bersama bulir-bulir titik air sisa hujan tadi
    Menemaniku menghabiskan segelas minuman yang kau tinggalkan

    Tsm, 19092021
    Puisi ke 18 KMAA

Tinggalkan Balasan

1 komentar