
Sepertinya saat ini bukan waktunya untuk bermimpi
Tapi takada salahnya membuat lukisan-lukisan
dengan tinta kenangan di kaki langit
Walau mendung mulai menata gelombangnya
Dan aku mulai dengan sebuah kisah pertemuan
Ada senyuman, duduk bersama menikmati segelas minuman yang kita pesan
Bertukar cerita tentang pagi dan senja yang tak pernah berubah
Kemudian tawa ria menggema ketika sesuatu yang lucu melintas
Dan semilir angin menerpa, membawa butiran debu kemarau sampai pelupuk mata
Lalu membawamu pergi entah kemana
Hari ini aku masih duduk di depan meja dengan hiasan langit jingga,
bersama bulir-bulir titik air sisa hujan tadi
Menemaniku menghabiskan segelas minuman yang kau tinggalkan
Tsm, 19092021
Puisi ke 18 KMAA








Mantap