Desa ku adalah gudang nya bunga. Hampir sebagian besar penduduk desa ku adalah petani bunga. Bunga yang di tanam dan dipanen akan di sebarkan ke seluruh Indonesia. Sebagai dekorasi ruangan, Selengkapnya
Penulis: Raaina Darwis
Bang, kapan re duduk di sana..
Seperti biasa malam ini setelah seharian mengajar, Bang Satria mampir ke kantornya. Mengecek beberapa pekerjaan kantor untuk besok dan menulis. Bang Satria, adalah sosok lelaki yang lembut dan baik hati. Selengkapnya
Kajut, aku memanggilnya Kajut
Beliau adalah seorang perempuan yang amat anggun dan elok. Nama beliau Himsiyah. Istri dari Unggang (kakek) ku. Yang bernama H. Umar Hanan. Mereka berdua adalah pasangan hidup yang luar Selengkapnya
Si cantik krisan, dirawat tapi tak untuk dimiliki
Namanya krisan. Bunga cantik yang biasa dipakai untuk dekorasi pernikahan. Jenis bunga ini adalah bunga potong. Ditanam di kebun bunga. Bukan bunga yang ditanam di pot. Beragam warna dari bunga Selengkapnya
Pergi untuk pulang, bukan kembali
Anak anak malam ini sangat bersemangat sekali mengaji. Seperti biasa, setelah mengaji selalu ada kajian yang aku berikan dari ayat yang mereka baca malam ini. Surat yang kami kaji Selengkapnya
Secanggih apapun alat itu, masih canggih Tuhan saya
“Mas, kenapa yah ra kok ga haid?” Ujar ku sore ini sambil minum obat pada Mas Bam, suamiku. Iya, aku harus konsumsi obat setelah aku mengalami kecelakaan parah yang menimpaku Selengkapnya
Langit tanpa langit
Aku bingung berdiri diatas trotoar jalan. Aku tidak kenal jalan ini, dan aku tidak tau tempat apa ini. Lalu lalang kendaraan, macet padat merayap ada di depan mataku. Langit tak Selengkapnya
Aku malu
Aku tak pernah berharap tinggi tentang dunia.. karena ku tahu.. dunia ini fana.. dunia ini tak selamanya.. Ku jalani, apa yang Allah beri. Ku tapaki, meski terjal penuh duri. Selengkapnya
Tangga Bidadari
Jalan setapak itu begitu terjal, batu – batu yang menonjol di atas tanah cukup terasa perih di telapak kaki ku. Sisi kanan dan kiri ku semak belukar,,berbunga cantik warna Selengkapnya
Keindahan yang hancur dengan sempurna
“Nduk, aku berangkat dulu ya” Pamit Mas Bam, padaku. Dia kecup hangat keningku. Kebiasaan dia bila berangkat kerja atau kemana pun jika pergi tanpa ku, pasti mengecup keningku. ‘Nduk’ adalah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


